Teheran-Mediadelegasi: Korban jiwa perang Iran terus bertambah seiring meningkatnya intensitas konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 1.255 orang tewas dan lebih dari 12.000 lainnya mengalami luka-luka sejak pertempuran memanas pada akhir Februari 2026.
Korban Jiwa
Data korban tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian. Ia menyebutkan korban berasal dari berbagai kelompok usia dan sebagian besar merupakan warga sipil yang terdampak serangan udara maupun serangan balasan rudal.
Menurut Jafarian, rentang usia korban sangat luas, mulai dari bayi hingga warga lanjut usia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh pihak militer, tetapi juga masyarakat sipil yang berada di wilayah terdampak serangan.
“Usia para korban berkisar antara delapan bulan hingga 88 tahun,” ujar Jafarian dalam keterangannya kepada media, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, dari total korban tewas, sekitar 200 orang merupakan perempuan yang menjadi korban dalam serangkaian serangan yang terjadi di sejumlah wilayah Iran.
Selain itu, konflik juga menelan korban anak-anak dalam jumlah besar. Sedikitnya 168 anak dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah serangan menghantam sebuah sekolah dasar di wilayah Minab.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/rotasi-besar-pejabat-bobby-lantik-ratusan-asn-sumut/
Serangan tersebut menyebabkan bangunan sekolah mengalami kerusakan parah dan menimbulkan korban jiwa di kalangan siswa serta warga sekitar.
Tidak hanya warga sipil, tenaga kesehatan yang bertugas membantu korban juga turut terdampak. Jafarian mengungkapkan sedikitnya 55 tenaga medis mengalami luka-luka akibat serangan selama konflik berlangsung.
Sementara itu, sebanyak 11 tenaga kesehatan dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan untuk menolong para korban serangan.
Korban dari kalangan tenaga medis tersebut terdiri atas empat dokter, dua perawat, serta tiga petugas layanan darurat yang berada di lokasi saat serangan terjadi.
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran diketahui mulai memanas sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Sejak saat itu, berbagai serangan udara, peluncuran rudal, serta operasi militer dilaporkan terus terjadi di sejumlah wilayah strategis.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran dunia internasional akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Selain menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, perang juga berdampak pada lonjakan harga minyak dunia serta meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












