Medan-Mediadelegasi: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa terdapat 10.300 puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, mirisnya, masih ada 36 kecamatan yang belum memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar karena belum memiliki puskesmas.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025).
Maria menuturkan bahwa dari 10.300 puskesmas yang ada, sebanyak 2.652 di antaranya berada di wilayah Daerah Terpencil, Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun dari 10.300 itu kita melihat kalau sesuai standar kita, satu puskesmas bisa menangani 30.000 orang. Sekarang ada 160 kabupaten kota yang sudah rata-ratanya di atas 1 banding 30.000, sehingga ini relatif overload,” kata Maria.
Selain kekurangan puskesmas, Maria juga mengakui bahwa masih ada 268 puskesmas yang memiliki waktu tempuh di atas 2 jam untuk menjangkau desa terjauhnya. Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat di desa-desa terpencil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
“Masih ada 268 puskesmas dengan waktu tempuh di atas 2 jam untuk desa terjauhnya. Nah, ini yang di bawah ini yang nanti kami akan terus mengurangi puskesmas-puskesmas, keadaan-keadaan seperti ini,” tuturnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Maria menyampaikan bahwa ada 129 puskesmas yang direncanakan untuk direlokasi. Langkah ini dilakukan atas berbagai pertimbangan, salah satunya karena 111 puskesmas dalam kondisi rusak berat.
Selain itu, Kemenkes juga berencana untuk membangun puskesmas dan Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK) baru.
“54.257 desa sudah memiliki UPKDK, ini Pustu. Dan rencananya sampai 2029 kita akan membangun 2.082 puskesmas dan 6.576 UPKDK,” katanya.
Lebih lanjut, Maria menyebutkan bahwa saat ini, 6.361 atau 61 persen dari jumlah puskesmas yang ada sudah memiliki 9 jenis tenaga kesehatan. Angka ini mengalami kenaikan dari tahun lalu yang hanya mencapai 59 persen.
“Jadi ada 76 kabupaten kota yang 100 persen lengkap, 127 kabupaten kota masih 81 sampai 99 persen lengkap, 126 yang 51 sampai 80 persen, dan 185 yang 0 sampai 50 persen,” ucapnya.
Maria juga mengungkapkan bahwa kekurangan tenaga kesehatan paling banyak adalah dokter gigi (2.775), kesling, gizi, ATLM, dokter, farmasi, kesmas, bidan, dan perawat.
Untuk mengatasi kekurangan ini, Kemenkes telah merencanakan berbagai upaya, seperti pengadaan ASN bidang kesehatan, penugasan khusus, pemberian beasiswa, dan program internship.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan pelayanan kesehatan di puskesmas dapat ditingkatkan dan merata di seluruh wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












