Ahli Ungkap: Masalah Rahim Jadi Penyebab Utama Keguguran Berulang yang Sering Terabaikan

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah Rahim Jadi Penyebab Utama Keguguran Berulang yang Sering Terabaikan. Foto: Ist.

Masalah Rahim Jadi Penyebab Utama Keguguran Berulang yang Sering Terabaikan. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Bagi banyak pasangan, mendengar detak jantung pertama bayi mereka adalah momen yang penuh kebahagiaan. Namun, bagi sebagian lainnya, kebahagiaan itu sering kali terenggut oleh pengalaman pahit keguguran berulang. Frustrasi dan kebingungan sering menghantui, terutama ketika semua hasil pemeriksaan terlihat normal.

Keguguran berulang, yang didefinisikan sebagai dua kali atau lebih keguguran berturut-turut, bisa menjadi mimpi buruk yang menghantui. Banyak pasangan merasa putus asa karena penyebabnya sulit ditemukan. Namun, tahukah kamu bahwa sebagian besar penyebab keguguran berulang justru berasal dari masalah pada rongga rahim?

Menurut Dr. Gita Pratama, seorang ahli kandungan dari RS Pondok Indah IVF Centre Jakarta, masalah di dalam rongga rahim seringkali tidak terdeteksi melalui USG biasa. “Kita harus melihat langsung kondisi rahimnya,” jelasnya. Kelainan seperti polip, perlengketan, miom, hingga kelainan bawaan sering menjadi penghalang bagi embrio untuk menempel dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu penyebab utama keguguran berulang adalah polip endometrium. Polip, meskipun kecil, dapat menjadi penghalang fisik bagi embrio untuk menempel pada dinding rahim. “Polip itu benda asing di rongga rahim. Kalau ada polip, embrio tidak bisa menempel dengan baik, sehingga sering berakhir dengan keguguran,” kata Dr. Gita.

BACA JUGA:  Wabah Infeksi Virus Akut Serang Puluhan Anak di Toba, RSUD Porsea Kewalahan

Selain polip, miom yang tumbuh ke arah rongga rahim juga meningkatkan risiko keguguran. Miom memiliki sifat keras yang dapat menekan endometrium dan mengganggu suplai darah pada tempat implantasi. Bayangkan saja, embrio yang baru menempel membutuhkan nutrisi dan oksigen yang cukup untuk berkembang. Jika suplai darah terganggu, tentu saja kehamilan sulit dipertahankan.

Kelainan bentuk rahim, seperti septum dinding yang membelah rongga rahim, juga menjadi penyebab lain keguguran berulang. “Pada rahim dengan septum, embrio sering menempel di bagian yang aliran darahnya tidak optimal. Itulah yang membuat kehamilan sulit dipertahankan,” jelas Dr. Gita. Kelainan-kelainan struktural ini sering tidak menunjukkan gejala, tetapi sangat berpengaruh pada stabilitas kehamilan.

Perlengketan rahim atau Asherman’s Syndrome juga sering ditemukan pada pasien dengan riwayat keguguran sebelumnya. Perlengketan membuat lapisan rahim tidak berkembang optimal sehingga embrio tidak mendapatkan tempat yang sehat untuk bertahan. “Perlengketan hanya bisa terlihat jelas kalau kita melihat langsung ke dalam rahim. Jika dibiarkan, embrio tidak bisa menempel dengan benar dan akhirnya gugur,” kata Dr. Gita.

Selain itu, infeksi tersembunyi seperti endometritis juga dapat memicu keguguran berulang. Meski tidak selalu menimbulkan gejala, infeksi ini merusak kualitas endometrium sehingga membuat tidak siap menampung embrio. “Endometritis itu sering tanpa gejala tapi begitu kita lihat dinding rahimnya merah dan ada micropolyps, itu tanda infeksi yang bisa menyebabkan keguguran,” ujar Dr. Gita. Kondisi infeksi kronis ini sering menjadi penyebab keguguran berulang yang tidak disadari pasien.

BACA JUGA:  Waspada Pneumonia! Penyakit Mematikan yang Mengintai Anak Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya!

Mengetahui penyebab keguguran berulang adalah langkah terpenting dalam merencanakan kehamilan berikutnya. Banyak pasien mengalami keguguran berulang karena masalah yang sebenarnya dapat diperbaiki jika penyebabnya ditemukan sejak awal. “Embrio bisa bagus tapi kalau rongga rahim bermasalah, kehamilan pastinya tidak akan bertahan. Karena itu penyebabnya harus dicari dengan teliti,” tegas Dr. Gita.

Dengan mengidentifikasi polip, miom, septum, perlengketan, maupun infeksi, dokter dapat menentukan terapi yang tepat. Setelah kelainan diperbaiki, peluang kehamilan meningkat signifikan. “Tujuannya bukan hanya mendiagnosis tapi memperbaiki kondisi rahim agar kehamilan berikutnya lebih aman dan stabil,” tutup Dr. Gita.

Memahami penyebab keguguran berulang memberi harapan baru bagi banyak pasangan untuk mencapai kehamilan yang sehat. Jangan menyerah, dan percayalah bahwa ada solusi untuk setiap masalah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efektif, Cara Mudah Aktifkan Lagi BPJS Kesehatanmu
ISPA Mendominasi Penyakit di Pengungsian Banjir Sumbar, Kemenkes dan Dinkes Siagakan Tim Medis
Wabah Amoeba Pemakan Otak Mengganas di Kerala India, Ratusan Kasus dan Puluhan Kematian Tercatat
Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Indonesia Menurun, Target Eliminasi 2030 Semakin Dekat
Ahli Epidemiologi: Potensi Virus H5N5 Masuk Indonesia Sangat Kecil, Tapi Tetap Waspada
Wamenkes: Kasus TBC di Indonesia Tembus 1 Juta Orang, Pemerintah Targetkan Tuntas Tahun Depan
Kemenkes Ungkap Ada 10.300 Puskesmas di Indonesia, Tapi 36 Kecamatan Belum Terjangkau
Kemenkes Ubah Sistem Rujukan: Tak Lagi Berjenjang, Kini Berbasis Kompetensi

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:21 WIB

Efektif, Cara Mudah Aktifkan Lagi BPJS Kesehatanmu

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:34 WIB

ISPA Mendominasi Penyakit di Pengungsian Banjir Sumbar, Kemenkes dan Dinkes Siagakan Tim Medis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:44 WIB

Wabah Amoeba Pemakan Otak Mengganas di Kerala India, Ratusan Kasus dan Puluhan Kematian Tercatat

Rabu, 26 November 2025 - 14:44 WIB

Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Indonesia Menurun, Target Eliminasi 2030 Semakin Dekat

Jumat, 21 November 2025 - 18:12 WIB

Ahli Ungkap: Masalah Rahim Jadi Penyebab Utama Keguguran Berulang yang Sering Terabaikan

Berita Terbaru

Foto: Suasana saat proses pemeriksaan dan penempatan khusus (patsus) terhadap Kompol DK di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Sumatera Utara

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:16 WIB