Rupiah Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS: Dampak Meredanya Ketegangan AS-Iran dan Proyeksi Ekonomi Positif

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 128 poin atau sekitar 0,71 persen ke level Rp17.860 per dolar AS pada perdagangan, Jumat (12/6/2026). Foto: Ist.

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 128 poin atau sekitar 0,71 persen ke level Rp17.860 per dolar AS pada perdagangan, Jumat (12/6/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Nilai tukar rupiah tercatat bergerak apresiasi atau menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari Jumat, 12 Juni 2026. Mata uang Indonesia naik sebanyak 128 poin atau setara dengan sekitar 0,71 persen, sehingga berada di posisi Rp17.860 per satu dolar AS. Penguatan ini didorong oleh perbaikan sentimen global serta data ekonomi dalam negeri yang menunjukkan kinerja lebih baik dari perkiraan.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa salah satu pendorong utama penguatan ini datang dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan rencana serangan militer yang dijadwalkan pada hari Kamis sebelumnya. Langkah ini secara signifikan meredakan ketegangan geopolitik yang sempat memuncak dan memicu kekhawatiran pasar dunia.

Menurut informasi yang dihimpun, diskusi diplomasi antara pihak AS dan Iran dikabarkan mengalami kemajuan yang cukup berarti. Harapan terbuka lebar bahwa kesepakatan damai dapat segera ditandatangani paling cepat pada akhir pekan ini. Salah satu poin utama yang disepakati adalah pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz, meskipun pihak Teheran menyatakan belum mengambil keputusan akhir secara resmi.

Sebelumnya, ketegangan melonjak tajam saat Iran mengumumkan penutupan total jalur strategis Selat Hormuz. Lalu lintas pelayaran dibatasi sangat ketat, dan pihak militer Iran bahkan mengancam akan menembak setiap kapal yang berusaha melintas tanpa izin. Selat ini sangat vital karena menjadi jalur lalu lintas seperlima dari total pengiriman minyak dan gas alam cair di seluruh dunia.

BACA JUGA:  Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor

“Selat tersebut biasanya dilalui seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair global, dan blokade Teheran selama berbulan-bulan telah membuat harga energi tetap tinggi,” ungkap Ibrahim dalam catatan riset pasarnya. Pembukaan kembali jalur ini diprediksi akan menstabilkan harga energi dan mengurangi tekanan inflasi global yang selama ini membebani banyak negara.

Meski ada kabar kemajuan damai, masih terdapat perbedaan informasi di lapangan. Media pemerintah Iran melaporkan pada Jumat bahwa pasukan mereka berhasil mencegah sebuah kapal tanker melintas tanpa koordinasi. Di sisi lain, Militer AS melalui media sosial menyatakan bahwa kapal-kapal komersial tetap dapat bergerak melintasi jalur air tersebut, menunjukkan bahwa situasi masih belum sepenuhnya seragam.

Dari sisi ekonomi AS, data terbaru yang dirilis Kamis lalu justru menambah kekhawatiran baru. Angka indeks harga produsen pada bulan Mei tercatat naik lebih tinggi dari perkiraan, dan menjadi kenaikan tahunan terbesar dalam tiga setengah tahun terakhir. Lonjakan ini didorong oleh tingginya biaya energi yang masih menjadi dampak lanjutan dari ketegangan di Timur Tengah.

Data tersebut mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan bank sentral AS. Para pedagang kini meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan kembali menaikkan suku bunga di akhir tahun ini. Pasar saat ini memperkirakan ada peluang sekitar 60 persen kenaikan suku bunga baru yang akan terjadi pada bulan Desember mendatang.

Di sisi domestik, sentimen positif datang dari lembaga keuangan internasional, Bank Dunia, yang merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Lembaga tersebut kini mematok angka pertumbuhan di level 5,0 persen, lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya pada bulan April yang hanya berada di angka 4,7 persen.

BACA JUGA:  DPR Tetapkan 15 Desember 2026 Batas Waktu Pengesahan RUU Perampasan Aset

Revisi optimis ini didasarkan pada kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal pertama tahun ini yang tumbuh jauh lebih kuat dari perkiraan, mencapai 5,6 persen secara tahunan. Angka ini merupakan pertumbuhan kuartalan tertinggi sejak kuartal kedua tahun 2021. Kinerja gemilang ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang menjadi penggerak utama.

Konsumsi masyarakat didorong oleh momen keagamaan seperti bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, serta kebijakan pemerintah yang mempercepat pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai negeri sipil. Selain itu, akselerasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi.

Sepanjang tahun 2026, konsumsi swasta diproyeksikan tumbuh stabil di angka 5,0 persen berkat dukungan stimulus fiskal. Sementara itu, konsumsi pemerintah diprediksi melonjak hingga 8,7 persen. Dari sisi investasi, pembentukan modal tetap bruto pada kuartal I juga tumbuh solid sebesar 6,0 persen. Melihat dinamika ini, Ibrahim memprediksi rupiah akan berfluktuasi dalam rentang Rp17.860 hingga Rp18.910 dalam perdagangan selanjutnya, dan dalam sepekan ke depan bergerak di kisaran Rp17.780 hingga Rp18.040 per dolar AS. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat
KPK Tetapkan Dedi Congor Tersangka Baru Suap Bea Cukai, Kasus Cukai Djarum Disorot
Putusan MA soal Gibran Picu Desakan DPR Tinjau Syarat Wakil Presiden
Kasus Suap ATR/BPN: KPK Periksa Dirut PT Kencana Jaya Property Terkait Lahan Bogor
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:12 WIB

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah

Selasa, 3 November 2026 - 16:26 WIB

Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Selasa, 3 November 2026 - 14:16 WIB

Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB