DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Workshop Psychological First Aid (PFA) yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (25/6/2026). Foto: Ist.

Pelaksanaan Workshop Psychological First Aid (PFA) yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (25/6/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Di tengah tekanan target kerja yang kian berat dan beban administrasi yang menumpuk, kondisi psikologis pegawai kerap menjadi korban yang terlupakan. Kini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berani membuka tabir tersebut dengan menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Psychological First Aid (PFA) bagi seluruh jajaran pegawai. Kegiatan ini menjadi sinyal keras bahwa lingkungan kerja yang sehat tidak bisa hanya diukur dari angka produktivitas semata.

Selama ini, budaya kerja di lingkungan birokrasi kerap menuntut pegawai untuk selalu tampil tangguh, kuat, dan tidak boleh menunjukkan kelelahan maupun tekanan batin. Padahal, di balik kesibukan tersebut, banyak pegawai yang sebenarnya memendam kecemasan, stres, hingga kelelahan emosional yang jika dibiarkan bisa meledak kapan saja. Workshop ini hadir sebagai jawaban atas kesenjangan yang sudah terlalu lama dibiarkan.

Kegiatan yang diikuti oleh pegawai dan anggota DWP Kemnaker ini tidak sekadar seremonial biasa. Tujuannya sangat jelas: membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan nyata untuk memberikan dukungan psikologis awal, membangun komunikasi yang penuh empati, serta menumbuhkan budaya saling peduli yang selama ini terasa kering di lingkungan kerja.

Penasihat I DWP Kemnaker, Sumarni Yassierli, menegaskan bahwa lingkungan kerja yang sehat tidak akan pernah terwujud hanya dengan aturan dan sanksi. Ia menyoroti bahwa dinamika pekerjaan yang terus berubah dan target yang semakin tinggi menuntut lebih dari sekadar keahlian teknis; kepekaan terhadap kondisi batin rekan kerja menjadi kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda lagi.

BACA JUGA:  DWP Kota Solok Mengikuti Acara Halal Bihalal dan Peringatan Hari Kartini Secara Daring

“Selama ini kita hanya menilai seberapa cepat pekerjaan selesai, tapi lupa bertanya bagaimana perasaan mereka yang mengerjakannya. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengubah pola pikir itu, agar setiap pegawai memahami pentingnya dukungan psikologis awal dan membangun komunikasi yang lebih manusiawi,” tegas Sumarni dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Ia menambahkan, kemampuan mendengarkan dengan tulus, memahami tanpa menghakimi, dan memberikan dukungan yang tepat adalah kunci utama menciptakan suasana kerja yang harmonis. Banyak masalah di tempat kerja yang membesar hanya karena tidak ada ruang yang aman untuk bercerita dan berbagi beban.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa lingkungan kerja yang dipenuhi tekanan tanpa dukungan emosional justru memicu penurunan kinerja, seringnya kesalahan kerja, hingga konflik antarpribadi. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental bukanlah kemewahan, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan organisasi.

Workshop ini menghadirkan narasumber yang kompeten membahas berbagai materi mendalam, mulai dari pengenalan konsep PFA, langkah-langkah penerapannya, teknik komunikasi yang bersifat terapeutik, hingga cara membantu menstabilkan emosi seseorang yang sedang berada dalam tekanan.

BACA JUGA:  Usai Magang, Menaker Ajak Peserta MagangHub Batch III Ikuti Sertifikasi Kompetensi Perkuat Daya Saing Kerja

Agar tidak sekadar teori, peserta juga diajak terlibat langsung dalam sesi praktik dan simulasi peran. Cara ini dipilih agar mereka tidak hanya mengerti secara konsep, tetapi benar-benar mampu menerapkannya saat menemukan rekan kerja yang terlihat sedang tertekan atau mengalami kesulitan psikologis.

Sumarni berharap, ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di dalam ruangan pelatihan saja. Ia ingin setiap peserta membawa perubahan nyata, mulai dari cara menyapa, cara mendengarkan, hingga cara merespons kondisi rekan kerja di lingkungan sehari-hari.

“Kami ingin membuktikan bahwa birokrasi juga bisa memiliki hati. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal agar tercipta budaya kerja yang benar-benar peduli, suportif, dan responsif, bukan hanya tampak rapi di atas kertas,” ujarnya dengan tegas.

Langkah ini patut diapresiasi sekaligus menjadi pengingat bagi instansi lain. Jika Kemnaker saja sudah sadar bahwa pekerja yang sehat batinnya adalah aset terbesar, maka sudah saatnya seluruh lapisan pemerintahan dan dunia usaha meniru langkah ini. Jangan sampai keberhasilan organisasi dibayar dengan mengorbankan kesehatan mental para pegawainya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Hadiri Penyerahan Rp13,2 Triliun & 259.230 Hektare Hutan Satgas PKH di Kejagung
Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun & Pulihkan 259.230 Hektare Hutan ke Negara
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Sisa Energi Diduga Jadi Pemicu, Status Tetap Waspada
DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU, 23 Bab 313 Pasal
Imipas Dalami Dugaan Pegawai Rutan Depok Bantu Sediakan Narkoba & Perlengkapan Pesta Viral
Kepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Diberhentikan dari ASN, 17 Pejabat Dijatuhi Sanksi
Prabowo di HUT ke-81 TNI: Utamakan Prestasi, Bukan Senioritas, Perkuat Sinergi dengan Rakyat
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua, Hatta Rajasa Wakil Ketua
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Prabowo Hadiri Penyerahan Rp13,2 Triliun & 259.230 Hektare Hutan Satgas PKH di Kejagung

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun & Pulihkan 259.230 Hektare Hutan ke Negara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Sisa Energi Diduga Jadi Pemicu, Status Tetap Waspada

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:50 WIB

DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU, 23 Bab 313 Pasal

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Imipas Dalami Dugaan Pegawai Rutan Depok Bantu Sediakan Narkoba & Perlengkapan Pesta Viral

Berita Terbaru

Foto: Dok. Mediadelegasi.

Kabupaten Deli Serdang

Belum Lupa Kasus Karo, Kini Dapur MBG Klambir Lima Dekat Kandang Ayam

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:08 WIB