BUMDes Mekar Sari Jaya Serobot Lahan Warga di Desa Lain, Ahli Waris Dilarang Mengelola Tanah Sendiri

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor atau unit usaha BUMDes Mekar Sari Jaya yang terpasang spanduk bertuliskan Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Meski tertulis beralamat di Deli Tua, penguasaan lahannya justru berada di wilayah Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, dan diduga sedang bersengketa dengan ahli waris pemilik tanah yang dilarang mengelola tanah milik leluhurnya sendiri. Foto: Hendra.

Kantor atau unit usaha BUMDes Mekar Sari Jaya yang terpasang spanduk bertuliskan Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Meski tertulis beralamat di Deli Tua, penguasaan lahannya justru berada di wilayah Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, dan diduga sedang bersengketa dengan ahli waris pemilik tanah yang dilarang mengelola tanah milik leluhurnya sendiri. Foto: Hendra.

Deliserdang-Mediadelegasi: Keluhan tajam datang dari warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang terkait tindakan yang diduga dilakukan oleh pengurus BUMDes Mekar Sari Jaya. Badan usaha yang seharusnya menjadi penyangga kesejahteraan warga justru dinilai telah menyerobot tanah milik masyarakat, bahkan lahan yang dikuasai ternyata berada di wilayah desa lain tanpa sepengetahuan dan izin dari pemilik tanah maupun ahli waris yang sah.

Kasus ini menyoroti dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum Direktur BUMDes Mekar Sari Jaya yang diduga menjual tanah milik masyarakat kepada pihak pengusaha. Alih-alih menjaga aset dan kepentingan warga, pengurus BUMDes justru dituduh memanfaatkan posisinya untuk merugikan masyarakat yang seharusnya dilindungi. Yang lebih ironis, warga pemilik tanah bahkan dilarang mengelola ladang yang telah diperjuangkan oleh orang tuanya sejak puluhan tahun lalu.

Salah satu lahan yang diserobot tersebut diketahui merupakan milik almarhum Kasan Rejo, yang tidak lain adalah mertua dari Mantan Kepala Desa Mekar Sari, Ariamansyah, yang pernah menjabat selama satu periode. Keluarga ahli waris merasa sangat kecewa dan dirugikan karena tanah warisan leluhur yang seharusnya menjadi hak penuh mereka, kini dikuasai pihak lain secara paksa tanpa izin sama sekali.

Keluarga ahli waris menyatakan bahwa mereka tidak pernah memberikan izin maupun menandatangani surat pelepasan hak atas tanah tersebut. Namun oknum ketua BUMDes justru bersikap arogan dan secara tegas melarang ahli waris untuk mendekat maupun mengelola tanah milik leluhurnya sendiri. Tindakan ini dinilai sangat melawan hukum dan merampas hak-hak dasar warga atas miliknya.

BACA JUGA:  Kapolresta Terima Audensi Komisioner Bawaslu Kabupaten Deli Serdang

Yang semakin memperkuat dugaan pelanggaran hukum adalah fakta bahwa lahan yang dikuasai BUMDes Mekar Sari Jaya tersebut ternyata tidak berada di wilayah Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua. Lahan yang bersengketa itu terletak di Jalan Utama 2, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak. Artinya, BUMDes yang dibentuk di wilayah Deli Tua justru beroperasi dan menguasai lahan di wilayah kecamatan lain tanpa dasar hukum yang sah.

Penguasaan lahan lintas wilayah desa tanpa adanya perjanjian kerja sama antar-desa sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan menandakan adanya pelanggaran prosedur yang sangat mendasar. Pengeluaran anggaran desa untuk pembangunan di luar yurisdiksi desa sendiri juga berpotensi merugikan keuangan negara dan melanggar prinsip pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel.

Oleh karena itu, masyarakat meminta kepada Kepala Kepolisian Sektor (Uspika) Kecamatan Deli Tua dan Uspika Kecamatan Patumbak untuk segera turun meninjau langsung lokasi lahan yang sedang bersengketa tersebut. Kehadiran aparat kepolisian sangat dibutuhkan untuk mengamankan situasi sekaligus memeriksa keabsahan penguasaan lahan yang dilakukan oleh pihak BUMDes Mekar Sari Jaya.

Tidak hanya kepada aparat kepolisian, warga juga meminta kepada Bupati Deli Serdang untuk segera meninjau dan memeriksa pengelolaan BUMDes Mekar Sari Jaya secara menyeluruh. Mengingat adanya indikasi kuat bahwa BUMDes tersebut beroperasi lintas wilayah tanpa izin sah dan diduga menggunakan anggaran desa untuk membangun di atas lahan yang statusnya sedang bersengketa dengan masyarakat.

BACA JUGA:  Pangdam Sambut Kepulangan Kontingen Kodam I/BB Peraih Juara Umum MTQN TNI AD 2022

Warga meminta Bupati Deli Serdang untuk menindaklanjuti keluhan ini dengan serius karena potensi kerugian keuangan negara yang ditimbulkan sangat nyata. BUMDes yang seharusnya menjadi instrumen pemberdayaan warga justru berubah menjadi sumber penderitaan dan ketidakadilan bagi warga yang tanahnya diambil secara paksa tanpa rasa bersalah.

Masyarakat juga menegaskan bahwa tanah yang diperjuangkan oleh orang tua mereka seumur hidup tidak boleh begitu saja diambil alih oleh oknum yang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau golongan. Penguasaan tanah tanpa izin ahli waris adalah perbuatan yang melanggar hak milik dan harus segera dipulihkan oleh pihak yang berwenang.

Keluhan ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh jajaran pemerintahan desa agar tidak menyalahgunakan wewenang yang dimiliki. BUMDes dibentuk untuk melayani warga, bukan menjadi alat perampasan tanah warga. Jika ada oknum yang berbuat sebaliknya, maka wajib ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Di akhir harapannya, warga berdoa semoga tindakan penyerobotan tanah milik masyarakat ini segera dihentikan dan pihak-pihak yang berwenang segera memberikan perlindungan hukum kepada rakyat. Semoga kebenaran segera terungkap dan tanah milik warga dapat kembali dikelola oleh ahli waris yang sah tanpa rasa takut maupun ancaman dari oknum manapun. D|Red-Hendra.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Hendra

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Bawa Sabu 621 Gram, Calon Penumpang Kabur di Bandara Kualanamu
Belum Lupa Kasus Karo, Kini Dapur MBG Klambir Lima Dekat Kandang Ayam
Kandang Ayam di Belakang Dapur MBG, Ribuan Porsi Makanan Aman?
Jalan Provinsi Longsor di STM Hulu Deli Serdang, Pemkab Siapkan Jalur Alternatif
Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Deli Serdang, 3 Kendaraan Hantam Rumah Warga dan Sekolah
Deli Prime Residence Dibangun Tanpa Izin PBG, MAI Desak Segel dan Hentikan Proyek
BUMDes Mekar Sari Dilaporkan ke Kejati Sumut, Proyek Kolam Ikan Lintas Wilayah Tanpa Izin Disorot
AC Mati di Gedung Railink Kualanamu, Penumpang Mengeluh Panas Selama Dua Minggu Lebih
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Diduga Bawa Sabu 621 Gram, Calon Penumpang Kabur di Bandara Kualanamu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Belum Lupa Kasus Karo, Kini Dapur MBG Klambir Lima Dekat Kandang Ayam

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Kandang Ayam di Belakang Dapur MBG, Ribuan Porsi Makanan Aman?

Sabtu, 12 September 2026 - 13:58 WIB

Jalan Provinsi Longsor di STM Hulu Deli Serdang, Pemkab Siapkan Jalur Alternatif

Kamis, 10 September 2026 - 13:44 WIB

Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Deli Serdang, 3 Kendaraan Hantam Rumah Warga dan Sekolah

Berita Terbaru

Petugas mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 621 gram yang disembunyikan di dalam sepatu calon penumpang di Bandara Kualanamu, Jumat (9/10/2026). Tersangka SO berhasil melarikan diri, barang bukti diserahkan ke Sat Narkoba Polresta Deli Serdang. Foto: Ist.

Kabupaten Deli Serdang

Diduga Bawa Sabu 621 Gram, Calon Penumpang Kabur di Bandara Kualanamu

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:06 WIB

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono. Foto: Ist.

Nasional

Anak Krakatau Siaga, Daryono Ingatkan Warga Tak Panik Tsunami

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:06 WIB

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, beraksi dalam sprint race MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Sabtu (10/10/2026). Marquez berhasil meraih kemenangan setelah menyalip Jorge Martin saat balapan menyisakan lima lap. Foto: Ist.

Olahraga

Marc Marquez Juara Sprint Race MotoGP Mandalika 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:53 WIB

Mohammad Riza Chalid (MRC), tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018–2023, yang resmi masuk daftar buronan internasional setelah Interpol menerbitkan Red Notice pada 23 Januari 2026. Foto: Ist.

Nasional

Red Notice Riza Chalid Terbit, Interpol Buru di 196 Negara

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:21 WIB