AC Mati di Gedung Railink Kualanamu, Penumpang Mengeluh Panas Selama Dua Minggu Lebih

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Area Gedung Railink Bandara Kualanamu. Foto: Ist.

Area Gedung Railink Bandara Kualanamu. Foto: Ist.

Deliserdang-Mediadelegasi: Selama dua minggu belakangan ini, suasana di dalam gedung Railink Bandara Internasional Kualanamu terasa sangat panas dan tidak nyaman. Kondisi tersebut kini dikeluhkan oleh sejumlah penumpang kereta api maupun pengguna jasa bandara yang kerap melintas dan menunggu di area tersebut demi menuju maupun meninggalkan bandara.

Keluhan yang muncul mengarah pada dugaan tidak berfungsinya sistem pendingin ruangan atau AC di sepanjang area gedung Railink. Akibatnya, hawa panas menyelimuti ruangan yang seharusnya sejuk dan nyaman bagi siapa saja yang melintas di dalamnya. Padahal gedung ini merupakan titik penghubung penting antara moda transportasi kereta api dan bus menuju Bandara Kualanamu.

Salah satu penumpang yang merasakan langsung ketidaknyamanan itu adalah Jono, yang baru saja tiba dari Jakarta pada Minggu, 23 Agustus 2026. Ia mengaku sangat terganggu dengan udara panas yang melanda sepanjang area gedung Railink tersebut dan berharap pihak pengelola segera menindaklanjutinya.

“Panas sekali, gak berfungsi AC di area ini, padahal gedung Railink ini juga banyak aktivitas penumpang baik kereta api dan bus yang datang dan pergi di Bandara Kualanamu,” jelas Jono menceritakan pengalamannya saat berada di lokasi, dilansir dari waspada.co.id, Senin (24/8/2026).

BACA JUGA:  Bandara Kualanamu Layani 280 Ribu Penumpang Mudik Lebaran 2022

Panasnya udara di gedung Railink itu pun memicu dugaan adanya perlakuan yang tidak merata atau pilih kasih dari pihak pengelola bandara. Sebab, area lain di terminal utama Bandara Kualanamu terasa sejuk dan nyaman, sementara area penghubung ini justru dibiarkan panas tanpa perbaikan.

Padahal, secara fungsi dan peran, gedung Railink sama pentingnya dengan terminal lainnya di kawasan bandara. Setiap hari, tak sedikit jumlah penumpang yang melintas, menunggu jadwal keberangkatan, maupun bertransit di area tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke kota tujuan maupun ke pesawat.

Bukan hanya para penumpang yang beraktivitas di sana, sejumlah penyewa tempat usaha atau tenant yang beroperasi di area gedung Railink pun turut merasakan dampak ketidaknyamanan tersebut. Udara yang panas tentu mengurangi kenyamanan berbelanja maupun bertransaksi di lokasi itu.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan di lokasi, terlihat jelas akibat yang ditimbulkan dari tidak berfungsinya AC tersebut. Para penumpang yang sedang menunggu jadwal keberangkatan kereta api maupun bus tampak tidak nyaman. Bahkan ada yang terpaksa menggunakan kipas tambahan agar merasa sedikit lebih sejuk di tengah hawa panas yang menyelimuti ruangan.

BACA JUGA:  Buka Jalur Pemulangan PMI di Bandara Kualanamu

Beberapa penumpang tampak berkeringat dan kerap mengipas-ngipas diri sambil menunggu waktu keberangkatan. Suasana yang seharusnya tertib dan nyaman pun menjadi terasa tidak menyenangkan karena udara panas yang terus terasa di sepanjang area gedung penghubung tersebut.

Para penumpang dan pengguna jasa berharap pihak pengelola Bandara Kualanamu segera menindaklanjuti keluhan ini. Mereka meminta agar kerusakan atau ketidakberfungsian AC di gedung Railink segera diperbaiki sehingga suasana kembali sejuk, aman, dan nyaman bagi setiap orang yang melintas maupun menunggu di area tersebut.

Selain perbaikan AC, warga pengguna jasa juga berharap agar pengelolaan fasilitas penunjang di gedung Railink mendapat perhatian yang setara dengan area lain di bandara. Jangan sampai area penghubung yang vital ini justru terabaikan dan menyulitkan ribuan penumpang yang melintas setiap harinya.

Kenyamanan dan kesegaran udara di ruang publik yang melayani penumpang lintas moda transportasi adalah hal yang mendasar dan seharusnya terjamin. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat dari pihak pengelola sangat diharapkan agar keluhan serupa tidak terus berulang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Sumber Berita: waspada.co.id 24-8-2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belum Lupa Kasus Karo, Kini Dapur MBG Klambir Lima Dekat Kandang Ayam
Kandang Ayam di Belakang Dapur MBG, Ribuan Porsi Makanan Aman?
Jalan Provinsi Longsor di STM Hulu Deli Serdang, Pemkab Siapkan Jalur Alternatif
Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Deli Serdang, 3 Kendaraan Hantam Rumah Warga dan Sekolah
BUMDes Mekar Sari Jaya Serobot Lahan Warga di Desa Lain, Ahli Waris Dilarang Mengelola Tanah Sendiri
Deli Prime Residence Dibangun Tanpa Izin PBG, MAI Desak Segel dan Hentikan Proyek
BUMDes Mekar Sari Dilaporkan ke Kejati Sumut, Proyek Kolam Ikan Lintas Wilayah Tanpa Izin Disorot
Jalur Alternatif Pancur Batu-Sibolangit Dikeluhkan, Jalan Belum Diaspal & Rambu Masih Minim
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Belum Lupa Kasus Karo, Kini Dapur MBG Klambir Lima Dekat Kandang Ayam

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Kandang Ayam di Belakang Dapur MBG, Ribuan Porsi Makanan Aman?

Sabtu, 12 September 2026 - 13:58 WIB

Jalan Provinsi Longsor di STM Hulu Deli Serdang, Pemkab Siapkan Jalur Alternatif

Kamis, 10 September 2026 - 13:44 WIB

Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Deli Serdang, 3 Kendaraan Hantam Rumah Warga dan Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:37 WIB

BUMDes Mekar Sari Jaya Serobot Lahan Warga di Desa Lain, Ahli Waris Dilarang Mengelola Tanah Sendiri

Berita Terbaru

Petugas bersama warga mengevakuasi jenazah pemuda hilang di Desa Wek III, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Jumat (9/10/2026). Ditemukan hampir 2 minggu setelah hilang, dugaan sementara gantung diri. Foto: Ist.

Kabupaten Tapanuli Selatan

Hilang Hampir 2 Minggu, Pemuda Tapanuli Selatan Ditemukan Tewas di Kebun

Jumat, 9 Okt 2026 - 16:46 WIB