Lumajang-Mediadelegasi: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Letusan terjadi tepat pukul 08.21 WIB dengan kolom abu vulkanik menjulang setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian 4.376 meter di atas permukaan laut.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur laut. Erupsi terekam alat pemantau seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi berlangsung selama 115 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 08:21 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 meter di atas puncak,” tulis Badan Geologi dalam keterangan resminya.
PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan berbahaya. Secara khusus, warga dilarang mendekat ke sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi. Bagi warga yang tinggal di luar jarak tersebut, tetap dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas serta aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru sepenuhnya dilarang dimasuki. Wilayah tersebut dinilai rawan terkena lontaran batu pijar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi bahaya lain seperti guguran lava dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di kawasan puncak, terutama Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan. Warga diharapkan senantiasa memantau perkembangan aktivitas gunung api dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan pihak berwenang. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan






