Karo-Mediadelegasi: Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini mulai mengalami penurunan yang signifikan. Seiring melandainya intensitas erupsi, otoritas vulkanologi menurunkan rekomendasi radius zona bahaya, sehingga warga yang sempat mengungsi selama sepekan terakhir kini mulai dipulangkan ke desa asal masing-masing.
Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, menjadi kelompok pertama yang kembali ke rumah. Selama lebih dari tujuh hari, mereka bertahan di posko pengungsian Jambur Sukatepu demi menghindari ancaman lontaran abu vulkanik dan material panas dari puncak gunung yang terus meletus sejak akhir Agustus lalu.
Kepastian pemulangan warga tersebut tertuang dalam rekomendasi terbaru yang diterbitkan oleh Pos Pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Api Sinabung. Berdasarkan pemantauan terkini, batas zona berbahaya di arah Selatan–Timur yang semula beradius 6 kilometer dari puncak, kini dipersempit menjadi 5 kilometer.
Danramil 04 Simpang Empat, Kapten Inf Gandhi Hartanto, menjelaskan bahwa Desa Kuta Tengah yang sebelumnya masuk kawasan rentan dan wajib dikosongkan, kini telah dinyatakan berada di luar batas zona merah yang baru. Dengan demikian, wilayah pemukiman warga dipastikan sudah relatif aman untuk ditempati kembali.
“Pemulangan warga Desa Kuta Tengah ini dilakukan setelah keluar rekomendasi terbaru penurunan radius zona merah dari Pos PVMBG. Desa Kuta Tengah yang sebelumnya masuk kawasan rentan, saat ini statusnya sudah dinyatakan berada di luar zona merah,” ujar Kapten Gandhi Hartanto kepada awak media pada Senin (7/9/2026).
Di lapangan, suasana haru tampak menyelimuti proses pemulangan tersebut. Personel dari Tim Satgas Tanggap Darurat secara sukarela membantu warga mengangkat perlengkapan, perabot rumah tangga, serta barang-barang milik pengungsi dari posko menuju armada pengangkut yang telah disiapkan.
Gotong royong antara warga dan petugas berjalan dengan tertib. Setiap keluarga dipastikan dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman dan membawa kembali seluruh barang bawaannya. Pemerintah daerah memastikan tidak ada warga yang tertinggal di posko maupun mengalami kesulitan saat proses kepulangan.
Meski warga telah diperbolehkan pulang, PVMBG menegaskan agar masyarakat tidak merasa terlalu tenang. Pasalnya, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung secara umum masih tergolong relatif tinggi dan berpotensi mengalami peningkatan maupun erupsi secara tiba-tiba tanpa peringatan terlebih dahulu.
Oleh karena itu, otoritas meminta warga agar tetap waspada dan tidak beraktivitas di dalam batas zona merah yang telah ditetapkan. Warga juga diminta untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah secara berlebihan serta selalu mengenakan masker guna melindungi saluran pernapasan dari paparan debu dan abu vulkanik.
Selain ancaman letusan dan abu, warga di sepanjang aliran sungai yang berhulu di kawasan Sinabung juga tetap diimbau mewaspadai potensi banjir lahar dingin. Hujan yang turun di puncak gunung sewaktu-waktu dapat menyapu sisa material vulkanik menjadi aliran lumpur yang berbahaya.
Pemantauan aktivitas Gunung Sinabung terus dilakukan secara terus-menerus melalui peralatan pemantau dan pengamatan visual dari pos pengamatan. Setiap perkembangan terkini akan segera disampaikan kepada masyarakat melalui saluran informasi resmi agar warga dapat mengambil langkah antisipatif tepat waktu.
Pemerintah Kabupaten Karo berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Dukungan logistik dan bantuan kepada warga yang baru pulang juga tetap disiapkan guna memulihkan kondisi kehidupan pascaerupsi secepat mungkin. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Miranda
Editor : Alan







