Selain itu, infeksi tersembunyi seperti endometritis juga dapat memicu keguguran berulang. Meski tidak selalu menimbulkan gejala, infeksi ini merusak kualitas endometrium sehingga membuat tidak siap menampung embrio. “Endometritis itu sering tanpa gejala tapi begitu kita lihat dinding rahimnya merah dan ada micropolyps, itu tanda infeksi yang bisa menyebabkan keguguran,” ujar Dr. Gita. Kondisi infeksi kronis ini sering menjadi penyebab keguguran berulang yang tidak disadari pasien.
Mengetahui penyebab keguguran berulang adalah langkah terpenting dalam merencanakan kehamilan berikutnya. Banyak pasien mengalami keguguran berulang karena masalah yang sebenarnya dapat diperbaiki jika penyebabnya ditemukan sejak awal. “Embrio bisa bagus tapi kalau rongga rahim bermasalah, kehamilan pastinya tidak akan bertahan. Karena itu penyebabnya harus dicari dengan teliti,” tegas Dr. Gita.
Dengan mengidentifikasi polip, miom, septum, perlengketan, maupun infeksi, dokter dapat menentukan terapi yang tepat. Setelah kelainan diperbaiki, peluang kehamilan meningkat signifikan. “Tujuannya bukan hanya mendiagnosis tapi memperbaiki kondisi rahim agar kehamilan berikutnya lebih aman dan stabil,” tutup Dr. Gita.
Memahami penyebab keguguran berulang memberi harapan baru bagi banyak pasangan untuk mencapai kehamilan yang sehat. Jangan menyerah, dan percayalah bahwa ada solusi untuk setiap masalah. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






