Aksi Massa di Depan Gedung DPRD Sumut Ricuh

Kamis, 8 Oktober 2020 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan massa aksi, Kamis (8/10) siang ini, mengepung Gedung DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol Medan, menuntut pencabutan UU Omnibus Law (Cipta Kerja). Foto:D|medan|amirsyam

Ratusan massa aksi, Kamis (8/10) siang ini, mengepung Gedung DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol Medan, menuntut pencabutan UU Omnibus Law (Cipta Kerja). Foto:D|medan|amirsyam

Aparat Kepolisian dalam pengawalan jalannya aksi, cukup persuasif dengan mengajak massa aksi untuk masuk ke Gedung DPRD Sumatera Utara, berdialog dengan Pimpinan terkait tuntutan massa aksi.

“Kami meminta kepada saudara-saudara massa aksi, untuk menunjuk perwakilan setiap elemen, agar dapat berdialog dengan Pimpinan DPRD Sumatera Utara, agar aspirasi yang ingin disampaikan bisa didengar langsung oleh wakil rakyat kita,” seru Perwira Kepolisian melalui pengeras suara.

Jalannya aksi berjalan damai, namun secara tiba-tiba massa aksi mulai merangsek masuk ke pintu pagar DPRD Sumut, sambil menggoyang pagar kawat berduri, massa mulai marah.

Entah siapa yang memulai aksi anarkis, tiba-tiba massa menjadi beringas dengan melempari petugas Kepolisian yang sudah berjaga di halaman dalam Gedung DPRD Sumatera Utara, dihujani batu-batuan ke arah gedung dan petugas keamanan yang lain. Aksi pelemparan batu masih direspons secara baik oleh pihak Kepolisian melalui pengeras suara, agar massa tidak melempar batu ke arah gedung.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Tinjau Vaksinasi Jempol

“Kami meminta dan mengimbau, agar saudara-saudara jangan melempar batu ke arah gedung”, sahut Perwira Kepolisian ini melalui pengeras suara.

Namun imbauan ini tidak didengar, malah sebagian massa aksi mulai beringas dengan lemparan batu, lemparan batu ini bukan saja ke arah Gedung DPRD Sumatera Utara, melainkan Gedung DPRD Medan yang persis berada di sebelah tidak luput dari lemparan.

Melihat kondisi mulai tidak kondusif, pihak Kepolisian mulai langkah-langkah preventif, tembakan water canon untuk membubarkan massa, berkali-kali water canon menembakkan ke arah massa, belum juga mampu membubarkan massa aksi, sehingga tembakan gas air mata dilakukan untuk mendesak massa keluar dari lingkaran Gedung DPRD Sumatera Utara.

BACA JUGA:  Unpri Ajak Dosen Manfaatkan WFH untuk Proposal Penelitian dan Karya Ilmiah

Tembakan gas air mata efektif untuk membubarkan massa, hingga keluar dari zona gedung DPRD Sumatera Utara dan Medan. Merasa terdesak akhirnya massa membubarkan diri dari kerumuman dan berkumpul persisnya di depan hotel Aryaduta hingga halaman Masjid Kantor Walikota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru

Petugas bersama warga mengevakuasi jenazah pemuda hilang di Desa Wek III, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Jumat (9/10/2026). Ditemukan hampir 2 minggu setelah hilang, dugaan sementara gantung diri. Foto: Ist.

Kabupaten Tapanuli Selatan

Hilang Hampir 2 Minggu, Pemuda Tapanuli Selatan Ditemukan Tewas di Kebun

Jumat, 9 Okt 2026 - 16:46 WIB