Menurutnya lagi, sebuah tangga, salah satu kaki kiri dimaknai sebagai pendidikan, kaki kanan keahlian. “Kedua kaki memerlukan keseimbangan, untuk membangun kreativitas,” ujarnya.
Putra daerah Pardomuan Nauli, Samosir ini juga mengungkapkan, para guru saat ini dituntut mempersiapkan generasi sebagai tenaga kerja yang bentuk pekerjaannya belum ada. “Artinya anak-anak harus dipersiapkan mampu beradaptasi dengan keadaan secara cepat,” katanya.
Menghadapi ini, kata dia, para guru harus mampu berfikir secara 4c (Communication, Collaboration, Critical thinking and problem solving serta creativity and innovation), jika tidak, tak mungkin menghasilkan produk yang inovatif.
“Ini program kemitraan dosen LPTK dengan guru di sekolah tahun 2022, ini sangat penting dalam menghadapi Iptek sebagai unsure kemajuan peradaban manusia,” katanya.
Dia pun mengutip Charles Darwin, sukses bukan orang pintar, tapi orang yang merespon perubahan. Para guru, katanya, penting memahami 10 kiat sukses, adalah Jujur, Disiplin,Networking, Dukungan keluarga.
Kemudian, bekerja lebih keras dari yang lain, mencintai apa yang dikerjakan, kepemimpinan yang baik dan kuat, semangat dan berkepribadian kompetitif, pengelolaan kehidupan yang baik dan kesepuluh kemampuan menjual gagasan. D|Red