Medan-Mediadelegasi: Senat Akademik Universitas Sumatera Utara (USU) mengumumkan 18 nama anggota Majelis Wali Amanat (MWA) terpilih periode 2025–2030 melalui dua sidang pleno.
“Dari 18 nama yang terpilih tersebut, delapan orang merupakan perwakilan dari senat akademik USU dan 10 dari unsur masyarakat,” kata Ketua Panitia Pemilihan MWA USU, Dr Muhammad Anggia Muchtar melalui keterangan dihimpun Mediadelegasi Medan, Rabu (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disebutkannya, delapan nama perwakilan dari senat akademik USU tersebut adalah Erlina, Erman Munir, Husni Thamrin, Inke Nadia Diniyanti Lubis, Indra Chahaya, Nazaruddin , Seri Maulina, dan Tamrin.
Sedangkan 10 orang dari unsur masyarakat adalah Abdul Haris, Agus Andrianto, Aminuddin Ma’ruf, Andrew Bingei Purba Siboro, Fadhullah, Harmen Saputra, Mahmud Nazly Harahap, Mohammad Abdul Ghani, Musa Idishah, dan Nixon Lambok Pahotan Napitupulu.
Ia menjelaskan, sebanyak 10 anggota MWA USU terpilih dari unsur masyarakat terdiri dari latar belakang profesional yang beragam, mulai dari pemerintahan, akademisi, dunia usaha, hingga tenaga profesional.
“Proses pemilihan berlangsung dengan lancar, transparan dan demokratis. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan berharap anggota MWA terpilih dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi USU sebagai universitas berkelas dunia,” tuturnya.
MWA USU beranggotakan 21 orang yang terdiri atas Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (ex-officio), Rektor, delapan wakil senat akademik USU, 11 wakil masyarakat yang meliputi Gubernur Sumatera Utara (ex-officio) dan 10 MWA hasil pemilihan.
Disebutkan, Dalam proses seleksi awal, panitia telah menegaskan, bahwa bakal calon dari unsur masyarakat tidak diperbolehkan berasal dari partai politik.
Sementara itu, 14 bakal calon dari unsur Senat Akademik USU merupakan tokoh-tokoh sivitas akademika dengan rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan tinggi serta kontribusi nyata terhadap kemajuan akademik dan kelembagaan USU.
Tahapan ini merupakan bagian dari proses pemilihan yang transparan dan akuntabel, sejalan dengan prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance).
Sebagai informasi, MWA merupakan badan pengambil keputusan strategis tertinggi di universitas dan memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan jangka panjang dan pengawasan terhadap otonomi perguruan tinggi.
Keberadaan anggota MWA yang kompeten, berintegritas, dan memiliki visi kebangsaan yang kuat sangat penting untuk menjamin tata kelola universitas yang akuntabel dan berbasis meritokrasi. D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












