Banjir Mengancam Aceh Tengah, Puluhan Keluarga Reje Payung Mengungsi Dini Karena Trauma Bencana 2025

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Reje Payung, Aceh Tengah, menyeberangi sungai yang meluap menggunakan perahu karet untuk mengungsi ke desa tetangga yang lebih aman, Kamis (1/10/2026). Keputusan ini diambil karena trauma banjir besar November 2025. Foto: Ist.

Warga Desa Reje Payung, Aceh Tengah, menyeberangi sungai yang meluap menggunakan perahu karet untuk mengungsi ke desa tetangga yang lebih aman, Kamis (1/10/2026). Keputusan ini diambil karena trauma banjir besar November 2025. Foto: Ist.

Linge-Mediadelegasi: Puluhan kepala keluarga di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, memilih meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi, Kamis (1/10/2026). Keputusan ini diambil setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan aliran sungai meluap mengancam permukiman warga.

Pilihan untuk mengungsi lebih dini didorong oleh pengalaman pahit yang dialami warga saat bencana banjir besar melanda kawasan tersebut pada November 2025 lalu. Saat itu, desa terisolasi total selama berhari-hari, pasokan bahan makanan menipis, dan akses layanan kesehatan terputus total. Kini warga tidak ingin mengambil risiko yang sama terulang kembali.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan suasana desa tampak lengang. Sebagian besar warga telah menyingkir ke tempat yang lebih aman. Tersisa beberapa orang yang sibuk merapikan barang-barang berharga, mengemas pakaian, peralatan dapur, serta kebutuhan pokok untuk dibawa bersama keluarga.

Untuk menyeberangi luapan sungai yang kian meninggi, warga terpaksa menggunakan perahu karet. Mereka berangkat dengan membawa perbekalan seadanya, menyeberangi arus yang cukup deras menuju desa tetangga yang berada di posisi lebih tinggi dan aman.

BACA JUGA:  Prabowo Panggil KSSK dan Menteri Ekonomi, Rupiah Tembus Rp17.400

Sebagian besar warga yang mengungsi kini menumpang di rumah sanak saudara atau kerabat yang tinggal di kawasan yang tidak terancam luapan air. Mereka bertekad tidak akan pulang sebelum cuaca membaik dan debit air sungai dipastikan kembali turun ke tingkat aman.

Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai melonjak tajam. Air mulai merendam jalan utama yang menghubungkan desa dengan pusat kecamatan, serta memutus akses keluar-masuk warga. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran akan terjadinya banjir susulan.

Perangkat Desa Reje Payung, Kasran, menjelaskan bahwa warga memutuskan pergi demi keselamatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia. “Warga memilih meninggalkan desa demi keselamatan keluarga, menyusul kondisi luapan air sungai yang makin tinggi dan kekhawatiran adanya tanggul jebol,” ujar Kasran.

Ia menambahkan bahwa pengalaman traumatis saat banjir besar November lalu masih membekas kuat. Saat itu, warga terjebak tanpa bantuan selama berhari-hari, sulit mendapatkan makanan, obat-obatan, maupun pertolongan medis. Kerugian materiil dan penderitaan yang dialami membuat warga lebih waspada kali ini.

BACA JUGA:  Hujan Deras Ganggu Jadwal: Kualifikasi F1 GP Brasil 2024 Ditunda

Keputusan mengungsi lebih awal dinilai tepat untuk mencegah korban jiwa sekaligus menghindari isolasi kembali. Warga berharap pemerintah daerah dapat segera turun memantau situasi, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, serta memantau ketinggian air sungai secara berkala.

Hingga kini belum ada perkiraan pasti kapan warga dapat kembali ke rumah masing-masing. Mereka menunggu laporan cuaca serta perkembangan kondisi aliran sungai. Keselamatan keluarga menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian yang dihadapi.

Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar situasi terpantau terus. Warga yang mengungsi juga saling berkomunikasi untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal sendirian di desa yang mulai terancam air.

Semoga hujan segera reda, air sungai cepat surut, dan warga dapat kembali ke rumah dengan selamat. Pengalaman ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana serta perlunya perbaikan pengendalian aliran sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan Menko Hilirisasi–ESDM, Harta Kekayaan Tercapai Rp344,4 Miliar
Reshuffle Kabinet Ketujuh: Prabowo Lantik 18 Pejabat, Susun Ulang Kementerian dan Pimpinan Lembaga
Profil Lengkap Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo
DPR RI Resmi Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit
Sidang Kuota Haji: JPU Tampilkan 9.599 Lembar Uang 100 Dolar AS, Zainal Konfirmasi Kaitan dengan Gus Alex
DPR Sahkan APBN 2027 Senilai Rp4.106 Triliun, Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Prabowo Sambangi Megawati, Sampaikan Belasungkawa Guruh Soekarnoputri dan Perkuat Silaturahmi Kebangsaan
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Lakukan Triple Intervention Jaga Stabilitas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Banjir Mengancam Aceh Tengah, Puluhan Keluarga Reje Payung Mengungsi Dini Karena Trauma Bencana 2025

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan Menko Hilirisasi–ESDM, Harta Kekayaan Tercapai Rp344,4 Miliar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Reshuffle Kabinet Ketujuh: Prabowo Lantik 18 Pejabat, Susun Ulang Kementerian dan Pimpinan Lembaga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Profil Lengkap Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:14 WIB

DPR RI Resmi Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit

Berita Terbaru