Medan-Mediadelegasi: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah membagi operasi pencarian terhadap 80 warga yang masih hilang akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi dua sektor pada hari Senin (26/1/2026). Kedua sektor tersebut meliputi bagian timur dan barat Desa Pasirlangu, yang menjadi titik pusat terjadinya longsor.
“Hari ini kita fokuskan membagi tim menjadi 2 sektor, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu,” ujar Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo NS, kepada wartawan pada Senin (26/1/2026). Pembagian sektor ini bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas dan efisiensi pencarian korban.
Penjelasan Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas
Yudhi Bramantyo menjelaskan bahwa tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, seperti Basarnas, TNI-Polri, Kementerian PUPR, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, relawan, dan komunitas SAR, bersinergi dalam melaksanakan pencarian dengan berbagai metode. Metode yang digunakan meliputi pencarian manual, penggunaan alat penyedot air (alkon), hingga penggunaan alat berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk pencarian menggunakan alat berat, hari ini ada 9 ekskavator yang akan digerakkan untuk melaksanakan pencarian,” tuturnya. Penggunaan alat berat ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban yang tertimbun material longsor.
Yudhi Bramantyo juga menyampaikan bahwa sebanyak 2.129 potensi SAR dilibatkan dalam operasi pencarian pada hari ini. Ia berharap cuaca mendukung sehingga upaya pencarian dapat berjalan secara maksimal dan membuahkan hasil yang baik.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pkh-januari-2026-kapan-cair-cek-faktanya/
Hingga saat ini, Yudhi menambahkan, sebanyak 25 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi longsor. Evakuasi ini merupakan hasil kerja keras tim SAR gabungan yang terus berupaya mencari dan menemukan korban.
“Setiap kantong jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya tim DVI yang akan merilis data-data korban tersebut,” katanya. Proses identifikasi ini sangat penting untuk memastikan identitas korban dan memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu.
Operasi pencarian dan pertolongan ini terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan seluruh korban yang masih hilang. Basarnas dan tim SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana longsor ini. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












