Basarnas Bagi Dua Sektor Cari Korban Longsor Cisarua

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah membagi operasi pencarian terhadap 80 warga yang masih hilang akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi dua sektor pada hari Senin (26/1/2026). Foto: Ist.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah membagi operasi pencarian terhadap 80 warga yang masih hilang akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi dua sektor pada hari Senin (26/1/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah membagi operasi pencarian terhadap 80 warga yang masih hilang akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi dua sektor pada hari Senin (26/1/2026). Kedua sektor tersebut meliputi bagian timur dan barat Desa Pasirlangu, yang menjadi titik pusat terjadinya longsor.

“Hari ini kita fokuskan membagi tim menjadi 2 sektor, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu,” ujar Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo NS, kepada wartawan pada Senin (26/1/2026). Pembagian sektor ini bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas dan efisiensi pencarian korban.

Penjelasan Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas

Yudhi Bramantyo menjelaskan bahwa tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, seperti Basarnas, TNI-Polri, Kementerian PUPR, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, relawan, dan komunitas SAR, bersinergi dalam melaksanakan pencarian dengan berbagai metode. Metode yang digunakan meliputi pencarian manual, penggunaan alat penyedot air (alkon), hingga penggunaan alat berat.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

“Untuk pencarian menggunakan alat berat, hari ini ada 9 ekskavator yang akan digerakkan untuk melaksanakan pencarian,” tuturnya. Penggunaan alat berat ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban yang tertimbun material longsor.

Yudhi Bramantyo juga menyampaikan bahwa sebanyak 2.129 potensi SAR dilibatkan dalam operasi pencarian pada hari ini. Ia berharap cuaca mendukung sehingga upaya pencarian dapat berjalan secara maksimal dan membuahkan hasil yang baik.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pkh-januari-2026-kapan-cair-cek-faktanya/

Hingga saat ini, Yudhi menambahkan, sebanyak 25 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi longsor. Evakuasi ini merupakan hasil kerja keras tim SAR gabungan yang terus berupaya mencari dan menemukan korban.

“Setiap kantong jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya tim DVI yang akan merilis data-data korban tersebut,” katanya. Proses identifikasi ini sangat penting untuk memastikan identitas korban dan memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu.

BACA JUGA:  Kortas Tipikor Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Proyek PJUTS di Kementerian ESDM, Negara Rugi Rp19,5 Miliar

Operasi pencarian dan pertolongan ini terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan seluruh korban yang masih hilang. Basarnas dan tim SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana longsor ini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek KDMP Bener Meriah Berbau Kecurangan: Pekerja Terlantar, Kontraktor Menghilang, Bahan Bangunan Tak Layak
Kemnaker Raih Sertifikat ISO 37001:2025, Perkuat Komitmen Anti Penyuapan dan Tata Kelola Bersih
LPSK Kaji Permohonan Sony Sonjaya: Mungkinkah Status Justice Collaborator Diberikan Meski Sudah Ditolak Kejagung?
Prabowo Seloroh: Panglima TNI dan Kapolri Sulit Diganti, Namanya Gabung Jadi “Prabowo Subianto”
Dua Peserta SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil, Kemhan Sampaikan Duka dan Janji Evaluasi
Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan, Persoalkan Sah Tidaknya Penggeledahan
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Kemnaker dan Huawei Jalin Kerja Sama Perkuat Pendidikan Vokasi dan Daya Saing SDM
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:34 WIB

Proyek KDMP Bener Meriah Berbau Kecurangan: Pekerja Terlantar, Kontraktor Menghilang, Bahan Bangunan Tak Layak

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:17 WIB

Kemnaker Raih Sertifikat ISO 37001:2025, Perkuat Komitmen Anti Penyuapan dan Tata Kelola Bersih

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:38 WIB

LPSK Kaji Permohonan Sony Sonjaya: Mungkinkah Status Justice Collaborator Diberikan Meski Sudah Ditolak Kejagung?

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:25 WIB

Prabowo Seloroh: Panglima TNI dan Kapolri Sulit Diganti, Namanya Gabung Jadi “Prabowo Subianto”

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:03 WIB

Dua Peserta SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil, Kemhan Sampaikan Duka dan Janji Evaluasi

Berita Terbaru