Bobby Nasution: Sumut Berpotensi jadi Sentra Produksi Jeruk Terbesar

Sabtu, 31 Mei 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi -  Bobby Nasution membeli jeruk di sela mengunjungi pasar tradisional di Kabanjahe, Kabupaten Karo, belum lama ini.  Foto: ist

Ilustrasi - Bobby Nasution membeli jeruk di sela mengunjungi pasar tradisional di Kabanjahe, Kabupaten Karo, belum lama ini. Foto: ist

Medan-Mediadelegasi:   Gubernur  Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyatakan Sumut memiliki potensi menjadi sentra produksi buah jeruk terbesar di Indonesia.

Alasannya, berdasarkan sejumlah penelitian dan kajian menyebutkan di Sumut masi tersedia lahan sangat luas yang cocok untuk penanaman jeruk.

“Sebagai produsen buah jeruk terbesar kedua di Indonesia, Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam industri jeruk nasional dan internasional,” tulis Bobby dalam akun media sosialnya yang dikutip Mediadelegasi Medan,  Sabtu  (31/5).

Sentra komoditas pertanaman jeruk di Sumut  tersebar di Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalundan,  Tapanuli Utara  dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Namun,  diakuinya,  pengembangan industrialisasi buah jeruk belum terlalu secara maksimal sehingga membuat harga jeruk masih sangat fluktuatif di tingkat petani.

Selain itu, pengembangan budidaya jeruk juga masih menghadapi tantangan serius, seperti hama hama lalat buah.

BACA JUGA:  Hina Bobby Nasution, PARHOBAS Adukan Pegiat Medsos ke Polda Sumut

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan melakukan intervensi secara masif untuk mengatasi lalat buah,” kata Gubernur.

Pemerintah,  menurut dia, siap mendukung hilirisasi jeruk melalui penguatan sentra komoditas, penanganan hama lalat buah, edukasi petani, serta pengembangan budidaya dan pascapanen.

Dengan intervensi menyeluruh ini, kata Bobby,  diharapkan jeruk Sumut semakin berdaya saing di pasar nasional maupun global, serta turut memperkuat perekonomian daerah dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Lalat buah
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, sampai saat ini 87,1 persen lahan pertanian jeruk terkena serangan lalat buah.

Kondisi ini membuat banyak petani jeruk enggan untuk kembali menanam jeruk.

“Saat ini produsen terbesar jeruk itu Jawa Timur dan Sumut masih nomor dua, bayangkan dengan keadaan kita seperti inipun kita masih nomor dua, kalau kita maksimalkan kita bisa nomor satu, bahkan diperhitungkan secara internasional,” kata Bobby.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Berharap Festival Edukasi Leluhur Batak Masuk Kalender Event Nasional

Pakar Kultur Jaringan, Prof Luthfi Aziz Mahmud Siregar mengatakan, selain teknologi, salah satu yang terpenting dalam penanganan hama lalat buah adalah kesadaran petani.

Oleh karena itu,  menurut dia, mutlak dibutuhkan pendampingan kepada petani agar mengelola tanaman jeruknya secara profesional.

Dikatakannya,  penanganan lalat buah harus dilakukan bersama-sama, bukan hanya di lahan jeruknya saja, tetapi juga bumpernya, zona di sekitar lahan pertanian jeruk.

“Petani juga  harus melakukan apa, sadar akan pentingnya mengelola jeruknya dengan baik, misalnya membersihkan buah yang jatuh karena hama, memperhitungkan sanitasi dan lainnya,” kata Luthfi . D|Red

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Berita Terbaru