Deliserdang-Mediadelegasi: Peninjauan situs budaya secara terbatas khusus yang ditunjuk Tim Jokowi Center (TJC) temu diskusi dengan anggota Persatuan Arih Ersada (PAE), di Desa Kuala Uruk dan Desa Kuala Dekah Kecamatan Biru-biru, Sumatera Utara, Kamis (6/8).
Peninjauan tersebut membahas pencairan pembayaran ganti-untung atas tanah, tanaman dan aset lain dalam penyelesaian pembebasan tanah yang dikuasai dan diusahai masyarakat untuk keperluan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Lau Simemei.
Sekira pukul 13.00 WIB, Tim Jokowi Center dari Jakarta di antaranya, Ir Evie Maisara FK dan Ir TM Kartono, LUTC,F serta Damviar Alista langsung disambut anggota PAE Kecamatan Birubiru diiringi pertunjukan tarian Karo, oleh muda-mudi desa Kuala Dekah dan tamu undangan.
Dilanjutkan dengan penabalan marga kepada tamu dan undangan yang datang dari Jakarta, Ir Evie Maisara FK menjadi br Meliala,Ir .TM Kartono, LUTC,F Menjadi Marga Ginting dan Damviar Alista Menjadi Marga Barus, dilanjut dengan pemberian ulos adat karo kepada tamu undangan.
Selanjutnya kegiatan dengan temu diskusi anggota PEA dan tim Jokowi Center dari Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut Ketua PEA Kecamatan Biru-biru, Sembol Ginting menyampaikan, tujuan berkumpul sebagai upaya mendapat hak-hak masyarakat atas pembangunan Bendungan Lau Simemei.
“Mari kita sama-sama di sini berdiskusi menyampaikan unek-unek di hati dan berterus terang kepada tamu kita yang telah datang dari Jakarta,” ucapnya.