CHANDI 2025: Menguatkan Diplomasi Budaya untuk Masa Depan yang Lebih Baik

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CHANDI 2025 Berlangsun di Denpasar, Bali (Foto:Ist)

CHANDI 2025 Berlangsun di Denpasar, Bali (Foto:Ist)

Denpasar-Mediadelegasi : Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kembali menegaskan peran penting budaya dan generasi muda sebagai jembatan untuk membangun perdamaian dan kemakmuran dunia melalui forum internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025. Forum ini berlangsung di Ballroom Hotel The Meru, Denpasar, Bali, pada Rabu (3/9/2025).

Dalam sesi Keynote Address, Menteri Dalam Negeri dan Warisan Budaya Republik Zimbabwe, Kazembe, menyampaikan bahwa budaya adalah fondasi yang menyatukan umat manusia dan energi untuk menciptakan masa depan yang damai dan berkelanjutan. Ia menekankan filosofi Ubuntu yang menjadi landasan persatuan di Afrika.

Filosofi Ubuntu, yang berarti “Saya ada karena Anda ada, tanpa Anda tidak ada saya,” relevan untuk dunia yang tengah menghadapi konflik, krisis iklim, dan ketidaksetaraan. Kazembe menegaskan bahwa budaya harus ditempatkan di pusat pembangunan, bukan di pinggiran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mencontohkan bagaimana tradisi agraris, seni, musik, hingga mode, mampu menjadi kekuatan ekonomi global. “Kita harus memindahkan budaya dari pinggiran pemerintahan ke pusat perencanaan strategis. Kita harus berinvestasi dalam pendidikan budaya dan menjadikannya identitas yang memberi kepercayaan diri generasi muda untuk tampil di panggung dunia,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polwan Propam Polda Bali Intimidasi Jurnalis: Ancaman Demokrasi di Hari Bhayangkara

Sementara itu, Jana Abusalha, perwakilan pemuda internasional asal Palestina, menegaskan bahwa peran pemuda dalam membangun perdamaian melalui budaya tidak bisa ditunda. “Terlalu sering kita mendengar bahwa kaum muda adalah pemimpin masa depan. Tetapi sebenarnya, kaum muda adalah pemimpin hari ini. Mereka adalah arsitek masa depan,” tuturnya.

Jana juga menekankan bahwa budaya adalah bahasa masa depan yang akan terus dibagikan lintas generasi dan bangsa. Melalui budaya, anak muda dapat menjembatani perbedaan dan membangun perdamaian.

“Budaya adalah penawar paling kuat terhadap perpecahan. Setiap lagu, setiap tarian, setiap festival di tengah krisis, adalah cara damai kami untuk mengatakan kepada dunia: kami ada di sini, dan kami akan terus ada,” ucapnya.

Jana menambahkan bahwa memahami budaya lain berarti menghapus prasangka. “Ada hukum sederhana: ketika kita kurang memahami sesuatu, kita cenderung membencinya. Karena itu, kita perlu mengajarkan kaum muda tentang perbedaan dan pertukaran budaya agar mereka bisa merangkul keberagaman,” katanya.

BACA JUGA:  Polwan Propam Polda Bali Bakal Dicopot dan Demosi Akibat Intimidasi Jurnalis, Sejumlah Medsos Abal-abal Dilaporkan Terkait ITE

CHANDI 2025 resmi digelar oleh Kementerian Kebudayaan pada 3-5 September 2025 di The Meru, Denpasar, Bali. Mengusung tema Culture for the Future, CHANDI 2025 bertujuan untuk memperkuat diplomasi budaya sebagai sarana membangun perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

Forum ini juga bertujuan untuk mendorong strategi inovatif untuk pelestarian dan pemajuan budaya, serta kolaborasi lintas negara demi membangun ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan demikian, CHANDI 2025 diharapkan dapat menjadi wadah global untuk memperkuat peran budaya dalam menjawab tantangan zaman dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

CHANDI 2025 dihadiri oleh Menteri dan Wakil Menteri Bidang Kebudayaan dari berbagai negara, perwakilan dan pejabat tinggi dari beberapa negara, Gubernur Bali, serta pejabat Kementerian Kebudayaan RI. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Galungan dan Kuningan 2025: Saatnya Menangkal Keburukan dengan Kebaikan
Misteri Kematian Mahasiswa FISIP Unud: Menteri HAM Minta Investigasi Tuntas
Tinjau Banjir Denpasar, Gibran Pastikan Korban Terima Bantuan dan Ganti Rugi
Happy Salma Ajak Bali Berbenah Diri Usai Dilanda Banjir Besar
Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Bali Bertambah, Sembilan Orang Meninggal Dunia
Ramalan Zodiak Besok Kamis 4 September 2025: Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer
Indonesia dan Yordania Jalin Kerja Sama di Bidang Kebudayaan dan Pariwisata
Astaga! Pengacara Jakarta Caci Maki Klien Pemilik Lahan di Bali dan Diduga Ancam Penggal Kepala Wartawan

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 19:09 WIB

Galungan dan Kuningan 2025: Saatnya Menangkal Keburukan dengan Kebaikan

Jumat, 24 Oktober 2025 - 21:10 WIB

Misteri Kematian Mahasiswa FISIP Unud: Menteri HAM Minta Investigasi Tuntas

Jumat, 12 September 2025 - 13:14 WIB

Tinjau Banjir Denpasar, Gibran Pastikan Korban Terima Bantuan dan Ganti Rugi

Kamis, 11 September 2025 - 18:33 WIB

Happy Salma Ajak Bali Berbenah Diri Usai Dilanda Banjir Besar

Rabu, 10 September 2025 - 18:19 WIB

Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Bali Bertambah, Sembilan Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru