Dari Danau Toba untuk Dunia: Dari Komitmen ke Aksi Nyata Menyelamatkan Bumi sebagai Rumah Bersama

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) dan Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boruna (PPTSB), Minggu (12/4/2026).

Foto: Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) dan Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boruna (PPTSB), Minggu (12/4/2026).

Medan-Mediadelegasi: Kolaborasi untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama kembali ditegaskan dari kawasan Danau Toba melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) dan Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boruna (PPTSB), Minggu (12/4/2026). Langkah ini memperkuat komitmen lokal yang terhubung langsung dengan prinsip global UNESCO dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis geopark.

Dari Danau Toba, Komitmen Menguat untuk Masa Depan

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh General Manager BP TCUGGp, Azizul Kholis, dan Ketua Umum PPTSB, Edison Sinaga, mencakup kerja sama strategis di bidang pendidikan, inovasi, pariwisata, ekonomi lokal, pembinaan generasi muda, hingga pelestarian budaya dan lingkungan selama lima tahun ke depan.

Dari Danau Toba

Dalam rangkaian kegiatan, PPTSB memaparkan rekam jejak organisasi sejak berdiri tahun 1940, termasuk berbagai program konkret seperti penghijauan berbasis marga, pengelolaan kebun bibit, serta pengawasan kawasan hijau di sekitar Danau Toba. Sementara itu, BP TCUGGp menyoroti capaian internasional berupa “Green Card” dari UNESCO untuk Toba Caldera UNESCO Global Geopark, sekaligus memaparkan rencana pengembangan geosite baru, pelaksanaan Geofest 2026, dan penguatan program reboisasi.

BACA JUGA:  Bupati/Walikota Harus Bisa Ikuti Ritme Gubsu Tekan Inflasi di Sumut

Namun, di balik optimisme tersebut, suara kritis justru menjadi penegas arah kolaborasi. Penggiat lingkungan sekaligus anggota Dewan Pakar PPTSB, Wilmar Eliaser Simandjorang, menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan lagi pada kekurangan konsep, melainkan pada keberanian mengeksekusi.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/dugaan-pemerasan-bupati-tulungagung-terjaring-ott-kpk/

Ia menggarisbawahi adanya jarak yang masih nyata antara rencana dan pelaksanaan, antara komitmen di atas kertas dan dampak yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, status sebagai geopark kelas dunia menuntut standar kerja yang tidak biasa—tidak cukup berhenti pada administrasi dan sosialisasi.

“Kerja sama ini akan diuji bukan oleh dokumennya, tetapi oleh jejaknya di lapangan—apakah lingkungan semakin terjaga, masyarakat merasakan perubahan, dan generasi muda benar-benar terlibat,” tegasnya.

Wilmar juga menyoroti pentingnya peran BP TCUGGp dalam menjaga arah dan konsistensi implementasi, sementara PPTSB dinilai memiliki kekuatan sosial yang strategis melalui jaringan komunitas dan kedekatan kultural sebagai motor perubahan di tingkat akar rumput.

BACA JUGA:  Mobil Kecebur ke Danau Toba, Satu Orang Meninggal Dunia dan Tiga Luka-luka

Dari Danau Toba

Diskusi yang berlangsung antara pimpinan PPTSB yang ikut hadir di antaranya Eduard Sinaga, Aldon Sinaga, dan Yas Sinaga, serta turut dihadiri Ketua Yayasan PPTSB Hombar Sinaga dan anggota Dewan Pakar PPTSB Osbet Sinaga, bersama para Manager BP TCUGGp yang hadir lengkap pada kesempatan itu, yakni Petrus Parlindungan Purba, Tikwan Raya Siregar, dan Ovi Vensus Samosir, turut menekankan perlunya pelibatan generasi muda dalam jaringan geopark global, pengembangan ruang edukasi seperti museum tematik, serta penguatan program berbasis rekomendasi UNESCO. Semua ini diarahkan untuk memastikan geopark tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi ruang hidup yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, namun pesan yang ditinggalkan tegas: kolaborasi ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen. Dari tepian Danau Toba, dunia diingatkan kembali bahwa menjaga bumi bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata lintas generasi—dari komitmen menuju aksi, dari rencana menuju dampak. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Polres Tapteng Ditangkap Terlibat Edar Narkoba, Simpan 204 Gram Sabu di Mobil dan Positif Pakai
Dua Begal Pelajar di Binjai Ditangkap, Aksi Sadis Ayunkan Parang hingga Rebut Motor dan HP
Bapenda Sumut Gelar Gebyar Pajak Bermasalah, Perlu Evaluasi Transparansi dan Legalitas
Banjir Rendam Sekolah di Tebingtinggi, KBM Diliburkan Sementara
Kecelakaan Maut di Tol JMKT: Bus Halmahera Terbalik, Empat Nyawa Melayang
Wakajati Sumut Ingatkan Jajaran Jaga Integritas, Pertahankan Kepercayaan Publik
Indonesia Juara Bertahan di Grup A Bersama Vietnam, Myanmar dan Timor Leste
Hadirkan LPS di Medan, Bobby Nasution: Bangun Kepercayaan Masyarakat agar Uang Aman

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:14 WIB

Oknum Polres Tapteng Ditangkap Terlibat Edar Narkoba, Simpan 204 Gram Sabu di Mobil dan Positif Pakai

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:43 WIB

Dua Begal Pelajar di Binjai Ditangkap, Aksi Sadis Ayunkan Parang hingga Rebut Motor dan HP

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:30 WIB

Bapenda Sumut Gelar Gebyar Pajak Bermasalah, Perlu Evaluasi Transparansi dan Legalitas

Senin, 11 Mei 2026 - 17:48 WIB

Banjir Rendam Sekolah di Tebingtinggi, KBM Diliburkan Sementara

Senin, 11 Mei 2026 - 16:36 WIB

Kecelakaan Maut di Tol JMKT: Bus Halmahera Terbalik, Empat Nyawa Melayang

Berita Terbaru