Deadline Hitungan Bulan, Progres Belum Setengah Main

Deadline Hitungan Bulan, Progres Belum Setengah Main
Terowongan air bendungan Lau Simememe, Rabu (6/4). Foto: D|maruli agus salim

NASIB bendungan raksasa Lau Simeme, Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara sepertinya sangat memerlukan doa dan perhatian para pemangku kebijakan. Pasalnya, deadline (tenggat waktu) progres proyek multi years Kementerian PUPR menyedot anggaran Rp1,3 triliun melalui skema kontrak tahun jamak 2017-2022 tinggal menunggu hitungan bulan. Desember 2022, progresnya belum setengah main.

Terjalnya dinding bendungan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Joko Widodo itu bagai jalan terjal pula bagi Balai Wilayah Sungai Sumut (BWSS) II yang menangani proyek ketahanan pangan dan air nasional itu.

Pengerjaan pisik dengan peranan perusahaan raksasa sekaliber PT Andesmont Sakti (KSO) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Bumi Karsa KSO besrta sejumlah perusahaan sub kontrak dinilai cukup berpengalaman itu hingga kabar ini tayang ke publik, secara menyeluruh baru mencapai 47,2 persen, dari total progress Tahap I baru mencapai 30,07 persen dan Tahap II 70.00 persen.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Buntut PSN Bendungan Lau Simeme, TJC & PAE Diskusi di Biru-biru

Kondisi ini diakui Jesayas Sihombing ST, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendunganan Lau Simeme, Balai Wilayah Sungai Sumut (BWSS) II kepada Mediadelegasi, saat ditemui baru-baru ini di Bendungan Lau Simeme.

Pos terkait