Deliserdang-Mediadelegasi: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menuntut pemenuhan gizi, tetapi juga jaminan keamanan pangan. Di Klambir Lima, Deli Serdang, muncul pertanyaan mengenai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tiga Gerakan Bergizi yang disebut berdekatan dengan kandang ayam.
Informasi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan yang seharusnya segera dijawab kepada Masyarakat, Seperti bagaimana standar higiene dan sanitasi diterapkan, bagaimana potensi kontaminasi dikendalikan, dan siapa yang memastikan makanan bagi anak-anak diproduksi dalam lingkungan yang memenuhi ketentuan?
Mediadelegasi.id telah meminta konfirmasi kepada Kepala SPPG Kelambir Lima, Fadil, melalui WhatsApp pada Selasa (6/10/2026), menggunakan nomor 0852-*-*60. Namun, hingga berita ini disusun, jawaban belum diterima.
Persoalan pertama menyangkut kondisi lingkungan dapur. Jika lokasinya berdekatan dengan kandang ayam, bagaimana pengelola mengendalikan kotoran, hewan pembawa penyakit, serta potensi kontaminasi silang? Apakah kondisi tersebut pernah diperiksa secara khusus untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar higiene dan sanitasi?
Pertanyaan berikutnya menyangkut kelayakan sanitasi. Apakah SPPG Yayasan Tiga Gerakan Bergizi telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang masih berlaku? Kapan pemeriksaan terakhir dilakukan, dan bagaimana hasil penilaian terhadap lingkungan serta fasilitas pengolahan makanan?
Kapasitas produksi juga memerlukan penjelasan. Berapa sebenarnya jumlah porsi yang diolah setiap hari? Bagaimana pengelola memastikan bahan mentah, makanan matang, pencucian peralatan, pengelolaan limbah, dan jalur distribusi tidak menimbulkan risiko kontaminasi silang?
Begitu pula dengan jangkauan distribusi. Apakah seluruh penerima manfaat berada dalam ketentuan jarak atau waktu tempuh yang berlaku? Bagaimana keamanan makanan dipertahankan selama perjalanan hingga sampai kepada siswa?
Yang tidak kalah penting adalah langkah pencegahan. Setelah muncul berbagai laporan dugaan gangguan kesehatan dalam pelaksanaan MBG, bagaimana SPPG ini memastikan prosedur keamanan pangan dijalankan? Jika pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian, apakah pengelola siap menjalani evaluasi dan melaksanakan tindakan korektif sesuai ketentuan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi relevan di tengah pemberitaan mengenai dugaan gangguan kesehatan siswa dalam pelaksanaan MBG di Kabupaten Karo dan Medan. Namun, kedua peristiwa itu tidak dapat dikaitkan dengan dapur Klambir Lima tanpa bukti yang mendukung.
Ambisi besar program tidak boleh membuat persoalan keamanan pangan menjadi perkara kecil. Jumlah porsi dan luasnya jangkauan distribusi perlu berjalan seiring dengan keterbukaan mengenai kondisi dapur, kelayakan sanitasi, dan pengawasan makanan.
Kedekatan dapur dengan kandang ayam bukan bukti otomatis terjadinya pencemaran. Namun, kondisi tersebut tetap layak memperoleh penjelasan berdasarkan fakta dan pemeriksaan pihak berwenang. Publik perlu mengetahui bagaimana kelayakan lokasi dinilai dan standar keamanan pangan diterapkan.
Mediadelegasi.id tetap membuka ruang klarifikasi bagi Kepala SPPG Kelambir Lima, Yayasan Tiga Gerakan Bergizi, Badan Gizi Nasional (BGN), dan instansi terkait.
Catatan Redaksi: Hingga berita ini disusun, konfirmasi kepada Kepala SPPG Kelambir Lima belum memperoleh jawaban. Redaksi tidak menyimpulkan adanya pelanggaran atau pencemaran di lokasi tersebut dan tetap membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Alx
Editor : Alan






