Medan-Mediadelegasi: Ketua Komisi II DPRD Medan H Aulia Rahman SE berdiskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Medan, Minggu (5/7) malam di cafe Boyan Jalan Wahid Hasyim Medan.
Diskusi terkait dengan bidang tugas pada Komisi II yang meliputi, Pendidikan, Kesehatan, Tenaga kerja, lingkungan dan sosial. Dalam diskusi tersebut, banyak persoalan yang di bahas, terkait kebijakan Pemerintah Kota hingga persoalan yang ada di Kampus masing-masing.
“Persoalan Kota Medan saat ini sangat kompleks, kami dari BEM se-Kota Medan melihat, dalam tiga tahun terakhir, pembangunan kota ini tidak memiliki visi yang jelas, arah dan kebijakan pembangunan tidak terencana dengan baik, termasuk soal pengelolaan lingkungan, bahkan Medan dapat predikat sebagai Kota terjorok, ini langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup,” sebut Dachi Presma UISU ini.
Kemudian, lanjut mahasiswa semester V ini, hal lain yang paling urgen, terkait soal data kependudukan yang masih carut marut.
Aulia Rahman dari Komisi II DPRD Medan mengritisi, tumpang tindihnya soal pendataan kependudukan yang terjadi hingga saat ini. Pemko Medan tidak memiliki data yang jelas soal data kependudukan.
“Masing-masing pihak memberikan data kependudukan yang bersifat parsial, sehingga memunculkan kerancuan pendataan, akhirnya berimplikasi pada pendistribusian bantuan yang sifatnya darurat,” sebut Aulia.
Karena ketidakakuratan data tersebut, menyebabkan ada masyarakat yang miskin seharusnya mendapatkan bantuan, akhirnya tidak mendapatkan bantuan. Buntut dari kerancuan pendataan tersebut, menimbulkan beragam protes dari masyarakat, imbas dari kemarahan masyarakat tersebut, banyak Kepala Lingkungan yang menjadi sasaran.