Diplomasi Hormuz Amankan Tanker Pertamina dari Konflik

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selat Hormuz. Foto: Ist.

Selat Hormuz. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Upaya Diplomasi Hormuz yang dilakukan Indonesia membuahkan hasil setelah Iran memberikan sinyal positif terkait keamanan dua kapal tanker milik Pertamina yang sempat tertahan di jalur strategis Timur Tengah.

Diplomasi Hormuz Jadi Kunci Keamanan Pelayaran Energi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa pemerintah Iran telah memberikan pertimbangan positif atas keamanan pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz.

“Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Teheran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” kata Yvonne saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diperoleh melalui koordinasi intensif antara Kemlu, KBRI Teheran, pihak Pertamina, serta otoritas Iran baik di Teheran maupun melalui kedutaan mereka di Jakarta.

Menurut Yvonne, komunikasi yang terjalin secara aktif menjadi faktor penting dalam meredakan kekhawatiran terkait keselamatan kapal tanker Indonesia.

BACA JUGA:  Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Indonesia Menurun, Target Eliminasi 2030 Semakin Dekat

Diketahui, sebelumnya dua kapal tanker Pertamina sempat mengalami hambatan saat melintas di Selat Hormuz akibat meningkatnya tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/nurhadi-bantah-terima-gratifikasi-sidang-lanjutkan-pembuktian/

Kondisi geopolitik yang memanas membuat jalur tersebut menjadi sangat sensitif dan berisiko bagi pelayaran internasional.

Namun, dengan adanya respons positif dari Iran, Indonesia kini memiliki peluang untuk melanjutkan distribusi energi melalui jalur tersebut dengan lebih aman.

Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa kesiapan teknis tetap menjadi hal utama sebelum kapal benar-benar kembali beroperasi.

Yvonne menekankan bahwa Pertamina perlu memastikan perlindungan asuransi, kesiapan kru, serta standar keselamatan lainnya terpenuhi secara optimal.

Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko di tengah situasi global yang masih belum stabil.

Selain itu, Kemlu bersama KBRI Teheran akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan pelayaran berlangsung tanpa gangguan.

BACA JUGA:  Serangan IRGC Iran Guncang Armada Militer AS

Upaya ini merupakan bagian dari strategi diplomasi Indonesia dalam menjaga kepentingan nasional, khususnya di sektor energi.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan optimisme terkait perkembangan tersebut.

Ia menyebut kebijakan “buka-tutup” di Selat Hormuz sebagai sinyal positif di tengah konflik yang belum mereda.

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut menunjukkan adanya ruang komunikasi bagi negara-negara non-konflik untuk tetap menggunakan jalur tersebut.

Hal ini memberikan angin segar bagi Indonesia yang masih bergantung pada distribusi minyak melalui kawasan tersebut.

Kelancaran pelayaran di Selat Hormuz sangat berpengaruh terhadap stabilitas pasokan energi nasional.

Dengan adanya jaminan keamanan dari Iran, diharapkan kapal tanker Pertamina dapat segera melanjutkan pelayaran dan mendukung kebutuhan energi dalam negeri.

Langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah pun dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian
Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset, DPR Targetkan Sah Desember
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III
KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Berita Terbaru