Jakarta-Mediadelegasi: Kota Medan resmi ditetapkan sebagai daerah pertama di luar Jakarta yang menjadi percontohan transformasi transportasi publik berbasis Bus Rapid Transit. Program strategis nasional ini diwujudkan melalui pembangunan BRT Mebidang yang akan melayani rute lintas wilayah mencakup Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deliserdang.
Proyek senilai Rp1,9 triliun tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian Perhubungan. Pembiayaan pembangunan didukung oleh pinjaman Bank Dunia serta Agence Française de Développement Prancis. Seluruh pekerjaan fisik ditargetkan rampung pada Juni 2027 sebagai bagian dari Program Angkutan Umum Massal Perkotaan yang dikembangkan di 20 kota di Indonesia.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Ir. Malik Assalih Harahap, menyampaikan bahwa pada tahap awal operasional BRT Mebidang akan melayani sebanyak 12 rute. Dari jumlah tersebut, 10 rute berada di wilayah Kota Medan, sedangkan 2 rute lainnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumut bersama Kementerian Perhubungan.
Dua koridor lintas wilayah yang dikelola Pemprov Sumut meliputi rute Binjai–Medan–Carrefour serta rute Lubuk Pakam–Amplas–Simpang Pelangi–Teladan. Kedua jalur ini menjadi urat nadi konektivitas kawasan Mebidang yang selama ini sangat mendesak membutuhkan sistem angkutan massal yang andal.
“Harapan kita dengan adanya angkutan massal ini dapat mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, sekaligus mewujudkan transportasi yang ramah lingkungan,” ujar Malik di sela Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Seluruh armada yang akan beroperasi berjumlah 273 unit bus listrik murni. Waktu tunggu antaran diperkirakan sekitar 15 menit per kedatangan. Sistem ini juga dilengkapi teknologi canggih berupa Sistem Transportasi Cerdas serta Sistem Pengendali Lalu Lintas Terpadu agar perjalanan tetap lancar dan terjadwal.
Uji coba perdana BRT Mebidang akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 mendatang dengan menggunakan tiga unit bus listrik. Pada tahap awal ini, bus akan melayani dua rute percontohan, yaitu Medan–Terminal Lubuk Pakam serta Medan–Terminal Ikan Paus.
Selanjutnya, operasional tahap pertama dijadwalkan resmi dimulai pada 8 Desember 2026. Pada tahap ini akan dioperasikan 30 unit bus listrik yang melayani dua koridor utama kewenangan Pemprov Sumut guna memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat lintas kawasan Mebidang.
“Kita berharap masyarakat memanfaatkan BRT sebagai sarana transportasi sehari-hari sehingga ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat berkurang secara signifikan,” tambah Malik. Saat ini mobilitas kawasan Mebidang masih sangat didominasi kendaraan pribadi yang menjadi penyebab utama kemacetan dan polusi udara.
Target jangka panjang program ini adalah mengalihkan 60 hingga 80 persen pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum berbasis bus listrik. Langkah ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan demi menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Pengembangan BRT Mebidang pun menghadapi tantangan tersendiri karena melintasi tiga daerah otonom. Pembangunan koridor, halte, dan infrastruktur sepenuhnya dikerjakan Kementerian Perhubungan dengan dukungan pendanaan Bank Dunia, sehingga diperlukan koordinasi yang sangat erat antar pemerintah daerah.
Pembiayaan operasional akan diterapkan skema subsidi bersama antara Pemprov Sumut serta ketiga pemerintah daerah. Setelah seluruh infrastruktur selesai, pengelolaan akan diserahkan kepada BUMD khusus dengan pola kerja sama pelayanan jasa. Diperkirakan pengurangan emisi karbon mencapai puluhan ribu ton per tahun seiring beralihnya masyarakat ke transportasi umum. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan






