DPP KMDT sambut baik atas penambahan dua taman bumi ( geopark) oleh UNESCO

Sabtu, 19 April 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ir Mandalasah Turnip ,SH , selaku waketum DPP komite masyarakyat kawasan danau toba (KMDT)

Ir Mandalasah Turnip ,SH , selaku waketum DPP komite masyarakyat kawasan danau toba (KMDT)

Medan-Mediadelegasi: Indonesia kembali menambah dua destinasi Geopark yang diakui UNESCO, yaitu Geopark Kebumen di Jawa Tengah dan Geopark Meratus di Kalimantan Selatan, sehingga total Geopark di Indonesia menjadi 12 destinasi yang telah diakui secara global.

Ir Mandalasah Turnip ,SH , selaku waketum DPP komite masyarakyat kawasan danau toba (KMDT) Mengapresiasi keputusan dewan eksekutif unesco atas penambahan dua destinasi di Indonesia , dalam sidang unesco Pada 17 April 2025Penambahan itu menjadi 12 destinasi taman bumi di indonesia

1.Batur
Geopark pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks pada 2012.Total ada 21 situs warisan alam yang tersebar di kawasan Geopark Batur, tepatnya di Kecamatan Kintamani dan Kabupaten Batur

2.Ciletuh
Ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2018. Geopark ini dikelilingi hamparan aluvial dengan bebatuan unik dan pemandangan yang indah. Tidak hanya itu, geopark ini juga memiliki pantai dengan ombak yang disukai para peselancar dunia.

3.Belitong
Geopark ini merupakan bagian dari Provinsi Bangka Belitung, terletak sekitar 400 km sebelah utara Jakarta, ibu kota Indonesia, dan dikelilingi oleh Selat Karimata di sebelah utara, wilayah Jawa di sebelah timur dan selatan, serta Selat Gaspar di sebelah barat.

4.Pegunungan Sewu
Telah diakui sebagai UNESCO Global Geoparks sejak 2015.Ada berbagai peninggalan budaya paleolitikum-neolitikum, bahkan jika ditotal Geopark Gunung Sewu memiliki 33 situs warisan alam yang tersebar di Gunung Kidul (13 geosite), Wonogiri (7 geosite), dan Pacitan (13 geosite).

BACA JUGA:  Warga Medan Mulai Beraktivitas di Kebun Bunga

5.Gunung Rinjani
Masuk sebagai Global Geoparks setelah dinobatkan oleh UNESCO pada 2018. Geopark Gunung Rinjani memiliki keragaman flora dan fauna yang sebagian besar merupakan endemik.

6.Danau Toba
Kaldera Toba atau yang lebih dikenal sebagai Danau Toba ditetapkan sebagai UGG pada sidang ke-209 dewan eksekutif Unesco di Paris pada 2 Juli 2020.

7.Ijen
Terletak di dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Dilansir dari laman Geopark Ijen, nama Ijen diambil dari Gunung Ijen. Saat ini, terdapat 21 situs geologi yang dikembangkan di Ijen, mulai dari skala lokal hingga skala internasional.

8.Maros Pangkep
Maros Pangkep UNESCO Global Geopark di Sulawesi Selatan sudah ditetapkan sebagai anggota geopark nasional pada November 2017 lalu. Kawasan seluas 75.931 hektar ini terdiri atas geologi (geodiversity), biologi (biodiversity), dan kebudayaan (cilturaldiversity).

9.Merangin Jambi
Geopark Merangin Jambi terletak di Kabupaten Merangin, tepatnya di Desa Air Batu dan Dusun Baru, Kecamatan Pemberap, Jambi. Geopark ini memiliki daya tarik berupa fosil flora berusia 350 juta tahun.

10.Raja Ampat
Kawasan ini terdiri dari gugusan kepulauan karst yang terletak tepat di garis khatulistiwa. Keunikan geologisnya masuk skala internasional, dengan penemuan batuan tertua yang tersingkap di dunia yakni berusia sekitar 439–360 juta tahun di Pulau Misool.

BACA JUGA:  Meski Rintik Hujan, Warga Medan Antusias Menikmati Hiburan di Colorful Medan Carnaval

Dua Geopark baru di Indonesia yang diakui UNESCO adalah:
1.Geopark Kebumen*, Jawa Tengah
2.Geopark Meratus*, Kalimantan Selatan

Keduanya telah resmi bergabung dalam jaringan UNESCO Global Geopark, sehingga total jumlah geopark di dunia kini mencapai 229 di 50 negara

Mandalasah Turnip,SH. waketum DPP komite masyarakyat kawasan danau toba (KMDT) menyampaikan ke media delegasi sabtu. 19 April 2025 pagi di medan . Harapannya kepada para kepala daerah agar memberi perhatian ksusus dalam mempertahankan dan mengembangkan destinasi tersebut yang ada di daerah masing masing,

Di propvnsi sumut ada yang sudah diakui unesco kaldera toba geopark , sebelumnya sudah hijau (green cart) dua tahun terakhir menurun menjadi kartu kuning , hal ini pemprov sumut ( gubernur)dan para kepala daerah di kawasan danau toba , kurang memberi perhatian sehingga menjadi catatan di unesco.

,”Kita sebagai pengurus KMDT mengharapkan kepada gubernur sumut yang baru ,bapak bobby nasution agar lebih memperhatikan dan membuat di kawasan danau toba bisa menjadi andalan sumut menjadi daerah wisata yang mendunia, Pungkas nya. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB