Dr. Iswadi: Momentum untuk Ketahanan Pangan Jangka Panjang

Dr. Iswadi
Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Swasembada Pangan 2025 di Panen Raya Karawang. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Akademisi dan pengamat kebijakan publik, Dr. Iswadi, memberikan penilaian tinggi terhadap pencapaian swasembada pangan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ini adalah prestasi yang sangat cepat, strategis, dan bersejarah, menandai tonggak penting dalam perjalanan panjang Indonesia menuju kemandirian pangan nasional.

 

Dr. Iswadi Ungkap Keberhasilan Strategis di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo, Momentum Kemandirian Nasional

Dr. Iswadi menyatakan bahwa sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo, agenda swasembada pangan telah diprioritaskan sebagai fokus utama pembangunan nasional. Presiden secara langsung mengonsolidasikan berbagai kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Pertanian, dengan dukungan lintas sektor termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan program peningkatan produksi pangan berjalan secara terkoordinasi dan masif.

Bacaan Lainnya

“Langkah Presiden Prabowo sangat tegas dan sistematis. Beliau tidak hanya membuat target, tetapi juga mengawal pelaksanaannya di lapangan. Inilah yang membuat capaian swasembada pangan bisa terwujud jauh lebih cepat dari perkiraan,” ujar Dr. Iswadi dalam keterangannya yang dikutip dari akun Facebook Setkab RI, 9 Januari 2026.

Menurutnya, pencapaian ini luar biasa karena Indonesia mampu mendekati, bahkan mencapai, kondisi swasembada pangan hanya dalam kurun waktu satu tahun. Padahal, target awal yang dicanangkan Presiden Prabowo adalah empat tahun. Percepatan ini dinilai sebagai bukti efektivitas kebijakan, kepemimpinan yang kuat, serta sinergi antarinstansi negara.

 

Baca Juga: https://mediadelegasi.id/huntap-untuk-sumut-bobby-fokus-data-akurat/

Dr. Iswadi menekankan bahwa swasembada pangan bukan sekadar soal meningkatkan angka produksi, melainkan menyangkut kedaulatan bangsa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Indonesia, negara dinilai mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan utama rakyatnya tanpa ketergantungan signifikan pada impor.

“Swasembada pangan adalah simbol kemandirian nasional. Ketika pangan bisa dipenuhi dari dalam negeri, maka posisi Indonesia dalam percaturan global menjadi jauh lebih kuat,” katanya.

Secara konseptual, swasembada pangan merupakan kondisi di mana suatu negara atau wilayah mampu memproduksi seluruh kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri. Ketergantungan pada impor pangan mengandung risiko besar, terutama ketika terjadi krisis global, konflik geopolitik, perubahan iklim ekstrem, atau gangguan rantai pasok internasional.

Sejarah menunjukkan bahwa pangan memiliki kaitan erat dengan stabilitas sosial dan politik. Kelangkaan pangan dan lonjakan harga bahan pokok sering kali menjadi pemicu keresahan sosial, protes massal, hingga instabilitas politik di berbagai negara.

Pos terkait