Drone Iran Ditembak, Rundingan AS-Iran di Ujung Tanduk

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jet tempur F-35C Amerika Serikat yang menembak jatuh drone Iran di dekat kapal induk USS Abraham Lincoln, memicu ketegangan militer. Foto: Ist.

Jet tempur F-35C Amerika Serikat yang menembak jatuh drone Iran di dekat kapal induk USS Abraham Lincoln, memicu ketegangan militer. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah militer AS menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak (drone) milik Iran di wilayah Laut Arab pada hari Selasa (3/2/2026). Insiden ini berpotensi menggagalkan rencana dialog antara kedua negara yang tengah diupayakan untuk meredakan konflik.

Penembakan drone Iran oleh AS ini sontak memicu reaksi keras dari Teheran. Pemerintah Iran mengancam akan menarik diri dari perundingan nuklir yang melibatkan AS sebagai salah satu pihak. Ancaman ini semakin memperkeruh suasana dan menambah ketidakpastian dalam upaya penyelesaian masalah nuklir Iran.

Pembicaraan Terus Berlanjut Meskipun Drone Iran Ditembak

Presiden AS, Donald Trump, telah mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Iran masih terus berlanjut, meskipun terjadi insiden penembakan drone. Trump menyatakan bahwa Washington terus berupaya melakukan negosiasi dengan Iran untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA:  Presiden Iran Minta Maaf atas Serangan ke Negara Tetangga

Meskipun mengakui adanya pembicaraan, Trump menolak untuk mengungkapkan lokasi perundingan tersebut. Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai pihak ketiga yang mungkin menjadi mediator dalam dialog antara AS dan Iran. Kerahasiaan lokasi perundingan ini juga menunjukkan betapa sensitif dan kompleksnya isu yang sedang dibahas.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/putra-khadafi-dibunuh-di-zintan-dalam-serangan-mematikan/

Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa meskipun pembicaraan telah dilakukan, Iran masih menunjukkan keinginan untuk melakukan sesuatu. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa AS masih menunggu langkah konkret dari Iran untuk menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan masalah yang ada.

“[Pembicaraan] sudah selesai. Tapi mereka masih bernegosiasi. Mereka ingin melakukan sesuatu, dan kita akan lihat apakah sesuatu akan dilakukan,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan pers di Gedung Putih.

Militer AS melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa penembakan drone Iran dilakukan sebagai tindakan membela diri. Drone tersebut dinilai terlalu dekat dan berpotensi mengancam kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, beserta seluruh personel yang berada di dalamnya.

BACA JUGA:  Arab Saudi Kembali Diselimuti Salju, Suhu di Bawah 0 Derajat Celsius

CENTCOM menjelaskan bahwa jet tempur F-35C yang berpangkalan di kapal induk USS Abraham Lincoln berhasil menembak jatuh drone jenis Shahed-139 milik Iran. Penembakan ini dilakukan setelah drone tersebut mengabaikan peringatan dan terus mendekati kapal induk AS.

Insiden penembakan drone Iran ini semakin memperburuk hubungan antara AS dan Iran yang telah tegang sejak lama. Kedua negara terlibat dalam berbagai konflik regional, termasuk perang proksi di Yaman dan Suriah. Selain itu, AS juga telah menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat terhadap Iran, yang semakin memicu kemarahan Teheran.

Meskipun demikian, kedua belah pihak masih membuka peluang untuk melakukan dialog dan menyelesaikan masalah melalui jalur diplomasi. Namun, insiden penembakan drone ini menjadi ujian berat bagi upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ledakan dan Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak Chalmette Louisiana, Tidak Ada Korban Jiwa
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: AS Tetapkan Status Darurat Level 3, Risiko Penyebaran Masih Rendah
Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir
Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’
Hukuman Diperberat, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 7 Tahun Penjara
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang Gegara Dukung Iran Lawan AS dan Israel
Lebanon Tegaskan Gencatan Senjata Syarat Mutlak Negosiasi dengan Israel
Pelaku Serangan Acara Trump Targetkan Presiden dan Pejabat AS, Bawa 2 Senjata Api

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:19 WIB

Ledakan dan Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak Chalmette Louisiana, Tidak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:05 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: AS Tetapkan Status Darurat Level 3, Risiko Penyebaran Masih Rendah

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir

Kamis, 30 April 2026 - 14:12 WIB

Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’

Rabu, 29 April 2026 - 17:29 WIB

Hukuman Diperberat, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 7 Tahun Penjara

Berita Terbaru