Edison Pasaribu: Sampah Berserakan di TPA Tele Segera Bersihkan

Selasa, 24 Mei 2022 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tele di Jalan Huta Batu Napal, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, akhir akhir ini menimbulkan keresahan bagi warga sekitar lokasi tersebut.(ist)

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tele di Jalan Huta Batu Napal, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, akhir akhir ini menimbulkan keresahan bagi warga sekitar lokasi tersebut.(ist)

Samosir-Mediadelegasi: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tele di Jalan Huta Batu Napal, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, akhir akhir ini menimbulkan keresahan bagi warga sekitar lokasi tersebut.

Pantauan di lapangan , Warga Hariara Pintu, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir mengeluhkan bau busuk yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tele.

Bau busuk tercium warga yang bermukim di sekitar TPA dan masyarakat yang bertani. Ketika awak media memasuki areal TPA, aroma bau busuk sudah mulai tercium, semakin mendekati tumpukan Sampah Bau busuk semakin menyengat dan lalat beterbangan di Kawasan TPA.

Terlihat, rombongan DPP Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat dan Perantau Asal Samosir (KoMPas), turun langsung meninjau lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) di Jalan Batu Napal Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Senin (23/5).

Salah seorang pengurus DPP KoMPas, coba berbincang dengan Pak Tati Silaban kebetulan bertemu di lokasi misalnya , dirinya merasa terganggu dengan bau tersebut.

BACA JUGA:  Samosir Tiga Kali Opini WTP

Menurutnya bau tersebut telah menggangu aktivitas warga, terlebih yang hendak melintas dan beraktivitas pertanian di seputar Kawasan TPA.

Warga sekitar, menyesalkan tindakan petugas pengangkut sampah yang terlihat sampah berserakan di jalan pintu masuk menimbulkan bau dan kerumunan lalat hijau.

Menurutnya, kehadiran lalat hijau beterbangan ke areal Perladangan masyarakat akan mengganggu tanaman masyarakat. “Hal inilah yang dirinya merasa dirugikan, karena harus menambah biaya pertanian untuk membeli racun insektisida,” ujarnya.

“Kami memohon kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk membuang sampah benar-benar dilokasi TPA yang sudah digali kembali ditimbun dan ditanami pohon,” pinta warga.

“Lokasi ini sudah baik kalo dilihat dari jauhnya dari pemukiman penduduk, namun sistem pengelolaan sampah terlihat belum tepat, termasuk dalam hal menyortir jenis sampah, karena hanya terlihat ditimbun dengan tanah semata dan ada bekas pembakaran sampah di lokasi ini. Hal ini tidak layak dan tak pantas,” ujar Laurent salah seorang pengurus DPP KoMPas.

BACA JUGA:  Dukung Program Swasembada Pangan, Pemerintah Kabupaten Samosir Terima Kunjungan Kerja BRMP Sumut dan Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI

“Penanggulan Sampah harus dikelolah dengan baik untuk menciptakan Lingkungan yang pula dan tidak merugikan warga yang bertani di sekitar Lokasi TPA ini,” sambungnya.

Ketika diminta menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Edison Pasaribu mengatakan, menumpuknya sampah di jalan pintu masuk TPA msudah memasuki kawasan TPA. “Namun, keterbatasan pemakaian alat berat hal ini bisa terjadi,” ujarnya.

Sesuai instruksi, memang Truk pengangkut sampah seharusnya harus ke ujung TPA tapi saat hujan truk tidak sanggup sampai ke ujung, karena jalan berlumpur akhirnya dimana yang bisa dibuang langsung dibuang, menunggu alat dari dinas PUTR turun dan hari ini (24/05) sudah turun kelapangan.

“DLH memang berharap juga kedepannya, kita mendapatkan agar alat berat Excavator dan Loader sendiri, untuk bisa turun setiap teratasi digeser dari depan jalan masuk dan saat ini sekitar 35 Ton/bulannya, jumlah sampah di Samosir,” pungkasnya. (D|Med-24)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minggu 27 September 1987 – Minggu 27 September 2026: In Memoriam 39 Tahun Amin Aloysius Turnip, Menjaga Legacy Religi, Politik, Etnik, dan Kelestarian Alam
Komnas PA Samosir Soroti Insiden Penertiban Kios Menara Pandang Tele, Tekankan Perlindungan Anak dan Evaluasi SOP
Polres Samosir Periksa 4 Pria Diduga Peras Kades
HUT GKPI Ke-62, Wabup Ariston Ajak Jemaat Perkuat Iman
Serentak Se-Sumut, Pemkab Samosir Hadirkan Gerakan Pangan Murah Bagi Masyarakat
Tim Gabungan Pemkab Samosir Hentikan Reklamasi Ilegal di Sempadan
Pemkab Samosir Perkuat Sinergi Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf
SMAN 1 Simanindo Keluar Sebagai Juara Turnamen Piala Bupati Samosir U-17
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:04 WIB

Minggu 27 September 1987 – Minggu 27 September 2026: In Memoriam 39 Tahun Amin Aloysius Turnip, Menjaga Legacy Religi, Politik, Etnik, dan Kelestarian Alam

Jumat, 25 September 2026 - 23:06 WIB

Komnas PA Samosir Soroti Insiden Penertiban Kios Menara Pandang Tele, Tekankan Perlindungan Anak dan Evaluasi SOP

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIB

Polres Samosir Periksa 4 Pria Diduga Peras Kades

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:31 WIB

HUT GKPI Ke-62, Wabup Ariston Ajak Jemaat Perkuat Iman

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Serentak Se-Sumut, Pemkab Samosir Hadirkan Gerakan Pangan Murah Bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB