ADA yang menarik ketika berlangsung syuting film dokumenter tentang prosesi pengobatan tradisonal di satu lokasi desa di Kabupaten Samosir, belum lama ini. Adegannya, seorang dukun sakti wanita yang disebut Sibaso Nabolon diperankan Emetikra Simbolon, sedang melakukan ritual persiapan pengobatan herbal tradisional di bawah pohon besar yang rindang.
Emetikra Simbolon, yang sehari-hari memang seorang tabib wanita yang mengelola klinik pengobatan alternatif dan tradisional di desa Cinta Dame Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Namanya Klinik ‘Emeni Herbal’ dengan layanan pengobatan yang sepenuhnya menggunakan bahan rempah-rempah dan dedaunan herbal yang diracik menjadi obat berupa minyak urut dan minuman semacam jamu tradisional.
“Tadinya saya agak ragu memenuhi tawaran syuting film dokumenter itu walapun hanya sebatas peran figuran. Tapi, tim film itu bilang syuting harus melibatkan langsung orang yang memahami secara penuh tentang aksi, isi dan misi dokumenternya, barulah saya iyakan (terima) karena peran ketabiban itu memang real profesi saya di dunia pengobatan tradisional,” ungkap Emetikra Simbolon kepada Mediadelegasi, Sabtu (19/3).
Jelang diskusi virtual (zoom meeting) tentang Kebudayaan Batak yang digelar Forum Batakologi Jakarta, dia mengungkapkan hal itu ketika menanggapi aksi seorang wanita pawang hujan yang viral ketika ‘mengendalikan’ hujan agar ‘pindah’ dari arena balapan Sirkuit Mandalika.