Fatimah, Gadis Kecil Penderita Gizi Buruk di Medan

Minggu, 2 Agustus 2020 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fatimah. Foto:D|medan|amirsyam

Fatimah. Foto:D|medan|amirsyam

Medan-Mediadelegasi: Fatimah, gadis kecil berusia Sembilan tahun ini kondisinya sungguh memprihatinkan. Kondisi ini terjadi sejak lahir, karena ketiadaan biaya untuk berobat, akhirnya bayi kecil Fatimah ini diberi pelayanan perobatan seadanya.

Kepada Mediadelegasi orangtua gadis kecil bercerita, bahwa kondisi bayi Fatimah terjadi sejak lahir hingga berusia delapan tahun dan berobat seadanya.

“Sejak lahir, anak kami ini beratnya hanya 1,9 Kg dan karena ketiadaan biaya, akhirnya bayi kami ini kami rawat sendiri hingga usia delapan tahun”, ujar Ita Purwani kepada Mediadelegasi, Minggu (2/8), di rumahnya.

Sejak akhir tahun 2019, atas bantuan Sahruddin, bayi Fatimah yang saat itu berusia 8 tahun dirujuk ke RS Pirngadi Medan, untuk mendapatkan perawatan.

Selama hampir 20 hari gadis kecil ini dirawat di RS Pemko Medan atas permintaan keluarga, akhirnya gadis kecil ini dirawat jalan.

BACA JUGA:  Kelestarian Alam di Kawasan Geopark Kaldera Toba Perlu Terus Dijaga

“Karena kondisi ekonomi kami yang tidak mampu berlama-lama di RS, karena untuk makan saja selama menjaga anak di RS, kami tidak mampu,” tambah perempuan berhijab ini lirih.

Hingga saat ini gadis kecil Fatimah sudah berusia 9 tahun, namun kondisi idealnya tidak seperti anak usia 9 tahun layaknya.

Akibat pengaruh gizi buruk yang di alami dan lamanya penanganan secara medis, akhirnya Fatimah mengalami stunting, dan secara fisik usianya seperti anak usia tujuh tahun.

Bukan itu saja, gadis kecil ini mengalami gangguan pada penglihatannya, dan nyaris dia tidak bisa melihat. “Kalau jalan, dia harus meraba, bicara pun sulit”, tambah Bima Handoko ayah gadis kecil ini.

BACA JUGA:  Persatuan Wartawan Polda Sumut Berbagi Kasih

Sampai sejauh ini bantuan yang di dapat terakhir saat puasa lalu mendapatkan bantuan susu dari Puskesmas Labuhan. Sehabis puasa hingga sekarang bantuan tidak dapat lagi dari Puskesmas.

“Perawatan rutin hanya di lakukan seadanya, saat ada rezeki kami belikan susu”, ujar Bima yang bekerja sebagai penjaga gudang semen ini.

Mereka berharap, kiranya ada dermawan yang bisa membantu biaya operasi mata untuk Fatimah, agar bisa dapat melihat dan bermain seperti layaknya anak-anak normal yang lain.

Saat ini mereka tinggal di jalan Yong Panah Hijau Gang Bambu Lingkungan V Kel.Labuhan Deli Kec. Medan Marelan. D|Med-67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Dinyatakan Mampu Padahal Hidup Pas-pasan, Ibu Nelayan Banding Desil Demi Anak Dapat KIP Kuliah
ISMI Sumut: Sangat Pantas, Ada Jl Ahmad Baqi di Medan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 16:12 WIB

Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031

Sabtu, 5 September 2026 - 14:27 WIB

Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi

Berita Terbaru