“Dalam rangka pandangan yang seragam ini, dengan para tokoh nasional memiliki perspektif yang sama mengenai pentingnya kembali pada naskah UUD 1945, saya percaya pelaksanaannya bisa segera diwujudkan,” paparnya.
Sementara itu, Datep Purwasaputra menegaskan bahwa amandemen terhadap UUD 1945 sebenarnya merupakan penyimpangan dari semangat Proklamasi.
Menurutnya, saat ini ekonomi negara cenderung kapitalistik dan demokrasi cenderung liberal. Ia menunjukkan komitmen untuk mengembalikan ke naskah asli UUD 1945 sebagai bagian dari perjuangan.
Menanggapi seluruh pandangan Presidium Forum Negarawan, Ketua DPD RI La Nyalla mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan.
Ia menegaskan komitmennya terhadap usaha mengembalikan UUD 1945 versi orisinal, serta sistem pemerintahan dan ekonomi Indonesia.
LaNyalla menyatakan keprihatinannya mengenai ketergantungan terhadap ideologi Barat yang bersifat liberal.
Ia menggarisbawahi bahwa para pendiri negara telah merancang sistem yang independen dari pengaruh Barat maupun Timur, yaitu Sistem Demokrasi Pancasila dan Ekonomi Pancasila. D|rel