Gelondongan Kayu Terbawa Banjir di Sumatera: Bukti Nyata Kerusakan Hutan?

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelondongan Kayu yang Terbawa Arus (Foto:Ist)

Gelondongan Kayu yang Terbawa Arus (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi : Gelondongan kayu yang ikut terbawa arus banjir di Sumatera menjadi sorotan anggota DPR RI. Video gelondongan kayu yang terbawa arus viral di media sosial, dan banyak warganet mengaitkannya dengan praktik ilegal logging yang memperparah banjir dan longsor.

Banjir bandang membawa muatan gelondongan kayu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Tak hanya di Sumut, gelondongan kayu juga berserakan di pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga saat ini, asal usul gelondongan kayu tersebut belum diketahui. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menduga kayu gelondongan itu berasal dari pemegang hak atas tanah (PHAT) yang berada di area penggunaan lain (APL).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita deteksi bahwa itu dari PHAT di APL. PHAT adalah pemegang hak atas tanah. Di area penebangan yang kita deteksi dari PHAT itu di APL, memang secara mekanisme untuk kayu-kayu yang tumbuh alami itu mengikuti regulasi Kehutanan, dalam hal ini adalah SIPPUH, Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan,” kata Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Dwi Januanto Nugroho.

Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, menduga gelondongan kayu itu berasal dari pembalakan liar. Ia menilai pengelolaan dan pengawasan kawasan hutan di utara Pulau Sumatera rendah.

“Pertama, saya menyampaikan dukacita mendalam atas korban jiwa dan kerugian besar yang dialami masyarakat akibat banjir bandang di berbagai wilayah Sumatera. Ini bukan sekadar bencana alam, tetapi sinyal keras bahwa kerusakan hutan kita sudah pada tingkat yang sangat serius,” kata Johan kepada wartawan.

BACA JUGA:  Korban Bencana Sumut Dapat Bantuan Biaya Pendidikan, Bobby perluas Program PUBG

Politikus PKS ini menyebutkan banjir bandang yang terjadi di utara Pulau Sumatera adalah konsekuensi dari degradasi ekosistem hutan dan daerah aliran sungai (DAS). Ia menilai tumpukan kayu itu berasal dari aktivitas penebangan pohon yang tak bertanggung jawab.

“Tumpukan dan potongan kayu besar yang terbawa arus banjir menjadi indikasi kuat adanya pembalakan liar, praktik perambahan, serta lemahnya pengelolaan dan pengawasan kawasan hutan. Polanya selalu sama: ketika hulu rusak, hilir pasti menanggung bencana,” katanya.

Johan menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, antara lain melakukan audit menyeluruh atas izin dan aktivitas pemanfaatan kawasan hutan di daerah terdampak, menindak tegas praktik pembalakan liar dan aktor-aktor yang bermain di balik mafia kayu, melaksanakan restorasi hutan dan rehabilitasi DAS secara terstruktur, berbasis peta fungsi kawasan, serta memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini bencana terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Ia mendorong reformasi tata kelola hutan imbas banjir bandang di utara Sumatera. Johan menilai perlu ada revisi UU Kehutanan di DPR RI.

“Banjir bandang ini mempertegas perlunya reformasi tata kelola hutan, termasuk melalui pembahasan Revisi UU Kehutanan yang sedang kami dorong di Komisi IV agar perlindungan hutan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama negara,” ujarnya.

Ia menyebutkan gelondongan kayu yang terbawa banjir sebagai teguran keras dari alam. Johan menilai bukti itu sebagai tamparan jika kondisi hutan di RI sedang tak baik-baik saja.

BACA JUGA:  jelang natal, kapolri kerahkan personel bersihkan gereja yang terdampak bencana Di Sumut

“Tumpukan-tumpukan kayu adalah teguran keras atas keberpura-puraan kita tentang perlindungan hutan, hutan lestari, serta ungkapan sejenisnya,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengatakan pihaknya bakal menggelar rapat dengan KLHK membahas banjir hingga longsor yang terjadi di utara Pulau Sumatera. Komisi IV DPR disebut juga akan mendalami temuan gelondongan kayu di Sumatera Utara hingga Sumatera Barat yang terbawa arus banjir.

“Iya, Komisi IV akan rapat dengan KLHK perihal tersebut pada hari Kamis, 4 Desember,” kata Alex ketika dimintai konfirmasi.

Alex mengatakan Komisi IV DPR RI akan mendalami 5 hal kepada KLHK, satu di antaranya terkait peta aliran sungai yang terjadi banjir dan longsor.

“Satu, peta daerah aliran sungai yang terjadi banjir dan longsor. Dua, data tutupan lahan di setiap DAS (Daerah Aliran Sungai),” ujar Alex.

Legislator PDIP ini menyebutkan Komisi IV DPR juga akan meminta data kerusakan hutan dan lahan pada daerah aliran sungai. Pihaknya pun bakal mendalami soal rencana reboisasi dan penghijauan yang dilakukan KLHK.

“Tiga, data kerusakan hutan dan lahan tiap DAS. Empat, program rencana reboisasi dan penghijauan tiap DAS. Lima, berapa dana yang tersedia untuk rehabilitasi DAS,” katanya.

Kejadian ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi tata kelola hutan di Indonesia dan meningkatkan upaya perlindungan lingkungan demi mencegah bencana serupa di masa mendatang.D|Red

 

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suasana Sore Batangtoru Ramai, Gubernur Bobby Ngopi Bareng Warga di Tengah Pemulihan Bencana
Korban Bencana Sumut Dapat Bantuan Biaya Pendidikan, Bobby perluas Program PUBG
Gubernur Bobby Nasution Bangun Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih Pasca Longsor
Pemerintah Bangun 1.006 Rumah untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Utara
jelang natal, kapolri kerahkan personel bersihkan gereja yang terdampak bencana Di Sumut

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 02:25 WIB

Suasana Sore Batangtoru Ramai, Gubernur Bobby Ngopi Bareng Warga di Tengah Pemulihan Bencana

Minggu, 28 Desember 2025 - 15:09 WIB

Korban Bencana Sumut Dapat Bantuan Biaya Pendidikan, Bobby perluas Program PUBG

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:53 WIB

Gubernur Bobby Nasution Bangun Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih Pasca Longsor

Sabtu, 20 Desember 2025 - 14:27 WIB

Pemerintah Bangun 1.006 Rumah untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Jumat, 19 Desember 2025 - 12:47 WIB

jelang natal, kapolri kerahkan personel bersihkan gereja yang terdampak bencana Di Sumut

Berita Terbaru