Gempa Bumi Guncang Sumenep, Tiga Warga Luka-Luka, Puluhan Rumah Rusak

Rabu, 1 Oktober 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa (30/9/2025) malam. Foto : Ist.

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa (30/9/2025) malam. Foto : Ist.

Medan-Mediadelegasi: Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa (30/9/2025) malam, menyebabkan kepanikan warga dan kerusakan pada sejumlah bangunan. Hingga Rabu (1/10/2025) pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tiga warga mengalami luka-luka dan puluhan rumah serta fasilitas umum mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa korban luka telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Gayam, Sumenep. Tim gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sumenep masih terus melakukan pendataan lapangan dan penanganan darurat.

“Tiga warga luka-luka. Korban luka telah mendapat perawatan di Puskesmas Gayam, Sumenep,” ujar Abdul Muhari, Rabu (1/10/2025).

Berdasarkan data sementara, gempa bumi tersebut menyebabkan kerusakan pada 30 unit rumah, empat fasilitas ibadah, dan satu fasilitas kesehatan. Selain itu, gempa juga menyebabkan listrik sempat padam di Kecamatan Gayam.

“Listrik sempat padam di Kecamatan Gayam akibat guncangan gempa dan kini dalam proses pemulihan,” kata Abdul Muhari.

Gempa yang terjadi pada pukul 23.49 WIB tersebut membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah akibat guncangan yang kuat. Hingga pukul 00.29 WIB, tercatat empat gempa susulan dengan magnitudo terbesar 4,4.

BACA JUGA:  Indonesia Diguncang Ribuan Gempa Bumi Sepanjang Agustus 2025

BNPB menegaskan bahwa langkah darurat saat ini masih fokus pada monitoring pascagempa, pendataan kerusakan, dan imbauan keselamatan kepada masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif bawah laut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif bawah laut,” kata Daryono.

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,35° LS dan 114,22° BT atau sekitar 58 km tenggara Sumenep pada kedalaman 12 km. Sebaran getaran guncangan terkuat dirasakan di Pulau Sapudi pada skala V–VI MMI (semua orang merasakan getaran dan beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan).

Sementara itu, Sumenep, Pamekasan, dan Surabaya merasakan skala III–IV MMI. Getaran juga dirasakan di Tuban, Denpasar, Gianyar (III MMI), serta Tabanan, Buleleng, Kuta, Banyuwangi (II–III MMI). Bahkan wilayah Lombok Utara, Mataram, Lombok Tengah, Malang, dan Blitar ikut merasakan guncangan pada skala II MMI.

BACA JUGA:  BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Pemerintah daerah setempat telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa bumi. Bantuan berupa makanan, air bersih, selimut, dan tenda telah disalurkan kepada warga yang terdampak.

Selain itu, tim medis juga telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban luka-luka. Pemerintah juga akan melakukan pendataan kerusakan bangunan dan memberikan bantuan perbaikan rumah kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

Gempa bumi yang mengguncang Sumenep ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Dengan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan dampak dari bencana alam dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi
OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan
Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor
Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat
KPK Dalami Aliran Dana Suap Rp1,5 Miliar Summarecon, Bisa Jerat Korporasi
Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat
Koper Berisi Rp106 Miliar di Rumah Arif Sugiyanto Diduga Milik Menteri Nusron Wahid
Fahd dan Fadia Arafiq, Kakak Beradik Anak Penyanyi Legendaris yang Sama-sama Terjerat Kasus Korupsi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:44 WIB

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:26 WIB

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 September 2026 - 14:34 WIB

Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor

Rabu, 16 September 2026 - 12:07 WIB

Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat

Rabu, 16 September 2026 - 10:38 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Ist.

Nasional

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:44 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:26 WIB