Pantauan Mediadelegasi, banyak kendaraan roda dua yang tiba-tiba mogok, bahkan ada sejumlah pengendara memilih parker menunggu permukaan air turun.
Saiful, pedagang jajanan yang tak jauh dari Bandar Cofe itu mengaku terpaksa menggulung kedainya karena sudah tak kondusif bagi pelanggan untuk singgah. “Genangan air setelah hujan di sini sudah hal biasa, dan belum teratasi oleh pemerintah,” katanya.
Menurutnya, petang itu hujan tidak terlalu lama, jika sampai berjam-jam, genangan dua kali lipat tingginya, sehingga tidak mungkin dilalui dan kerap menjadi kemacatan panjang yang berjam-jam di jalur ini.
“Kalau sudah tergenang begini, pengendara sepedamotor wajib gantung sepatu, atau membiarkan sepatunya basah terendam di kaki,” ujarnya.
Pada bagian lain, genangan air menyebabkan kemacatan lalulintas juga terjadi di jalur seputaran Kampus Universitas Negeri Medan dan Jalan Metrologi di Medan Estate. D|Red-06