Gubernur Bobby Terbitkan SK Percepat Bantuan Bencana

Gubernur Sumatera utara, Bobby nasution menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait daftar rumah terdampak bencana. (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi : Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, bergerak cepat dalam menangani pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayahnya pada akhir November 2025 lalu. Langkah konkret diambil dengan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait daftar rumah terdampak bencana.

Penerbitan SK ini menjadi payung hukum utama yang diperlukan untuk mempercepat penyaluran bantuan dari pemerintah pusat kepada masyarakat. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 15 daerah di Sumatera Utara yang telah merampungkan dan menerbitkan SK serupa di tingkat kabupaten/kota.

Meskipun mayoritas daerah sudah siap, Bobby menyebutkan masih ada dua daerah yang tengah menyelesaikan proses pendataan, yakni Kota Medan dan Kabupaten Tebingtinggi. Sementara itu, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara dilaporkan tidak mengajukan pendataan rumah terdampak tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami akan menerbitkan SK Gubernur hari ini untuk mempercepat penyaluran bantuan ke masyarakat. Sisanya akan terus disempurnakan seiring berjalan,” ujar Bobby Nasution dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Pascabencana secara virtual pada Selasa (6/1/2026).

Keputusan untuk menerbitkan SK segera diambil setelah mendapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurut Bobby, BNPB memberikan ruang bahwa data rumah terdampak masih diperbolehkan untuk diperbaiki atau diperbarui di masa mendatang jika ditemukan perubahan.

Fokus utama dari percepatan administrasi ini adalah agar warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang bisa segera pulang. Dengan adanya bantuan, diharapkan jumlah masyarakat yang selama ini bertahan di posko pengungsian dapat berkurang secara signifikan.

Bobby menekankan bahwa masyarakat sangat membutuhkan kepastian bantuan untuk membersihkan tempat tinggal dan kembali beraktivitas normal. Dukungan dari Kementerian Sosial dan BNPB inilah yang menjadi kunci agar beban ekonomi para penyintas bencana bisa segera terangkat.

Kementerian Sosial sendiri telah menyiapkan skema bantuan yang cukup komprehensif, di antaranya bantuan Rp3 juta per keluarga untuk kebutuhan perabotan rumah tangga. Selain itu, warga juga akan mendapatkan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang setiap bulan selama tiga bulan.

Bagi warga yang kehilangan mata pencaharian, pemerintah menyediakan bantuan modal rintisan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga. Tak hanya itu, santunan bagi korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta dan korban luka berat sebesar Rp5 juta juga terus disalurkan oleh Kemensos.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data by name by address yang dikirimkan oleh pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa kecepatan asesmen di tingkat lokal sangat menentukan seberapa cepat dana bantuan sampai ke tangan masyarakat.

Baca juga : https://mediadelegasi.id/gibran-apresiasi-donasi-musisi-untuk-sumatera/

Senada dengan hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah segera menyelesaikan pendataan. Ia menggarisbawahi pentingnya dukungan bagi warga yang memiliki jiwa penyintas tinggi agar mereka bisa segera mandiri kembali melalui usaha kecil di lingkungan rumahnya.

Berdasarkan ketentuan BNPB, bantuan stimulan rumah rusak akan diberikan sesuai tingkatan: Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat. Melalui sinergi data yang cepat, pemulihan ekonomi dan sosial di Sumatera Utara diharapkan tuntas dalam waktu singkat.D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

 

Pos terkait