Haru Biru Kiki Wulandari, Ijazah Tertahan Dua Tahun Akhirnya Tertebus

Jumat, 1 Agustus 2025 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ijazah SMP Kiki Wulandari Nasution akhirnya kembali ke tangannya berkat program Tebus Ijazah Pemko Medan. (Foto : Ist.)

Ijazah SMP Kiki Wulandari Nasution akhirnya kembali ke tangannya berkat program Tebus Ijazah Pemko Medan. (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Senyum merekah di wajah Kiki Wulandari Nasution, siswi kelas XI SMK UISU. Setelah dua tahun tertahan, ijazah SMP-nya akhirnya kembali ke tangannya berkat program Tebus Ijazah Pemko Medan. Ijazah tersebut sebelumnya ditahan oleh SMP Swasta Al Washliyah IV Medan karena tunggakan biaya pendidikan.

 

Kiki, yang didampingi ayah dan kepala sekolahnya, mengutarakan rasa syukurnya di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Tunggakan yang membelitnya berupa biaya SPP lima bulan dan uang seragam batik. Ia tak mampu membayangkan bagaimana nasibnya jika program ini tak ada.

 

Ayah Kiki, Arifin, seorang pemulung, tak kuasa menahan haru. Pendapatannya yang tak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program Tebus Ijazah menjadi secercah harapan bagi keluarganya. Ia berharap program ini terus berlanjut untuk membantu warga kurang mampu lainnya.

 

Kisah Kiki hanyalah satu dari 31 kisah sukses penebusan ijazah pada hari itu. Pemko Medan telah menebus total 162 ijazah, sebelumnya telah menebus 131 ijazah. Target awal sebenarnya 108 ijazah, namun kendala komunikasi dengan siswa menjadi penyebabnya.

 

Bayu Ade Utama, staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, menjelaskan bahwa verifikasi data siswa dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional menjadi salah satu syarat penebusan ijazah.

 

Kepala Sekolah SMP Swasta Al Washliyah IV Medan, Lis Isnur Kanti, S.Pd., mengungkapkan bahwa sejak 2021, sebanyak 36 ijazah siswa tertahan di sekolahnya karena tunggakan hampir Rp 36 juta. Empat ijazah berhasil ditebus pada hari itu.

 

Sekolah terus berupaya menjalin komunikasi dengan orang tua siswa untuk memenuhi syarat penebusan ijazah. Tunggakan rata-rata berasal dari biaya SPP dan seragam batik.

 

Biaya SPP yang terbilang terjangkau, Rp 130.000 per bulan, tetap menjadi beban bagi keluarga siswa yang sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka adalah para wiraswasta kecil dengan penghasilan pas-pasan.

 

Lis Isnur Kanti mengapresiasi program Tebus Ijazah yang digagas Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Ia menilai program ini sebagai bukti kepedulian besar terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu.

 

Wali Kota Rico Waas dinilai sebagai pemimpin muda dengan pemikiran maju, khususnya dalam bidang pendidikan. Program Tebus Ijazah menjadi salah satu contoh nyata komitmennya.

 

Program ini tak hanya membantu siswa melanjutkan pendidikan, tetapi juga meringankan beban orang tua yang kesulitan secara ekonomi. Ini menunjukkan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama Pemko Medan.

 

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk menerapkan program serupa. Akses pendidikan yang merata menjadi kunci kemajuan bangsa.

 

Kisah Kiki dan para siswa lainnya menjadi bukti nyata bahwa kepedulian pemerintah dapat mengubah nasib anak bangsa. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lebih banyak anak Indonesia.

 

Melalui program ini, Pemko Medan menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga Kota Medan. Semoga semangat ini terus berkobar. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Sumut Dukung Peningkatan Konsumsi Telur, Cegah Misinformasi Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Berita Terbaru