Medan-Mediadelegasi: Sebagian aksi demo mahasiswa yang beberapa pekan belakangan ini marak terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), dinilai sebagai penurunan kwalitas bahkan bila target aksi terindikasi pragmatis.
Hal di atas disampaikan Hendra, salah seorang aktivis mahasiswa Fakuktas Ushuluddin & Studi Islam UIN Sumatera Utara, menyikapi tentang aksi demo di lingkungan UINSU yang beberapa pekan belakangan marak dilakukan.
Hendra yang juga Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA-PP) UIN Sumatera Utara ini memaparkan, aksi yang dilakukan harus didasarkan kepada kesadaran akan eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan dan pembaharuan.
“Aksi merupakan hak bahkan identitas seorang aktivis, tapi jangan juga karena aksi yang dilakukan integritas kita sebagai mahasiswa malah tergadaikan atau terdegradasi,” kata Hendra, Selasa, (6/4/2021).
Menurutnya, seorang mahasiswa harus melihat bahwa aksi turun ke jalan apalagi di dalam kampus, tidak boleh menjadi pilihan utama dan pertama. Apalagi mahasiswa menghadapi era industri 4.0 yang membutuhkan kompetensi.
“Sebagai insan akademik, seorang mahasiswa dalam upayanya mengawal perubahan harus mengedepankan dialog, diskusi serta audiensi. Jika jalan ini menemui kebuntuan barulah aksi menjadi pilihan terakhir,” terangnya.