Tidak hanya itu, kehadiran Untara tentunya akan ikut memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah itu, karena diyakini akan memberikan dampak ganda atau “multiplier effect” ke berbagai pihak, termasuk kepada kalangan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Kami berharap kepada Presiden Joko Widodo agar memberi dukungan dan restu pendirian universitas negeri di Tapanuli dengan sesegera mungkin menerbitkan Perpres pendirian Untara,” tambahnya.
FGD yang dipandu Ketua DPW KMDT Provinsi Sumut Prof. Dr Binari Manurung tersebut juga mendengarkan pendapat dan masukan dari kalangan akademisi yang tergabung dalam Persatuan Profesor (Guru Besar) Indonesia atau PERGUBI Indonesia, putra asal Tapanuli di luar negeri dan fungsionaris KMDT dari beberapa provinsi di Tanah Air.
Ketua Umum PERGUBI Prof. Dr Gimbal Doloksaribu, MM, menilai kehadiran Untara diperlukan dalam meningkatkan daya saing SDM setempat dengan cara menyediakan sarana pendidikan tinggi berkualitas serta murah.
Lebih lanjut ia menegaskan, harapan pendirian Untara wajar disambut positif oleh berbagai kalangan, karena pendidikan merupakan instrumen transformasi peradaban yang sangat efektif.
Asumsi tersebut didasarkan fakta bahwa masyarakat maupun daerah yang maju pasti memiliki kualitas pendidikan yang baik dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan dinamika yang berlangsung serta sesuai kebutuhan pangsa pasar kerja.
Dalam konteks tersebut, menurut Gimbal Doloksaribu, perguruan tinggi menjadi salah satu segmen paling besar pengaruhnya terhadap proses pembangunan dan kemajuan suatu daerah, termasuk tujuh kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba.
‘
Pernyataan hampir senada juga disampaikan oleh kalangan akademi yang mengikuti FGD tersebut, antara lain Prof. Dr Hugo Saragih, Prof Dr Tualar Simarmata, dan Prof. Hamson Situmorang, M.Si, Ph.D.
Harapan agar segera terbentuknya Untara juga diungkapkan anggota Dewan Pakar KMDT Ir. Mandalasah Turnip, SH, Resty Pasaribu selaku Ketua KMDT Jawa Tengah dan Sekretaris KMDT Provinsi Riau Tuti Harahap.
“Pendidikan merupakan kunci dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan kehadiran Untara akan memudahkan putra dan putri dari daerah se kawasan Danau Toba melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Mandalasah yang juga Pemimpin Umum Mediadelegasi Medan.
Sementara, Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung dalam kata sambutan pada penutupan FGD tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan segera menyampaikan pokok-pokok pikiran, saran dan masukan yang mengemuka dalam diskusi itu kepada Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Menko Polhukam Mahfud, MD, guna selanjutnya diserahkan ke Presiden Jokowi.
“Setelah menggelar diskusi seputar mewujudkan pendirian Untara, kami dalam waktu dekat bekerja sama dengan sejumlah organisasi akan menyelenggarakan FGD dengan topik bahasan pembentukan Provinsi Tapanuli,” tuturnya. D|Red-04