IEEE dan ITB Bahas Manajemen Risiko Tenaker Industri

Minggu, 14 Mei 2023 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkap layar workshop online IEEE dan ITB membahas manajemen risiko Tenaker industry. Foto: dok-ieee

Tangkap layar workshop online IEEE dan ITB membahas manajemen risiko Tenaker industry. Foto: dok-ieee

Medan-Mediadelegasi: Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Indonesia Instrumentation and Measurement & Information Theory Joint Societies Chapter and Vehicular Technology & Intelligent Transportation Systems Joint Societies Chapter Instrumentation and Control Research Group, Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan workshop online dengan tema Hazard and Effects Management Process (HEMP) atau manajemen risiko tenaga kerja (tenaker) industri, Sabtu kemarin.

Workshop ini menghadirkan narasumber yang merupakan pakar pada bidang HEMP sekaliber Prof Ir Endra Joelianto, Ph.D., SMIEEE dari Artificial Intelligence, Control & Automation Laboratory, Instrumentation and Control Research Group, Instrumentation and Control Master Program, ITB dan Ir. Muhammad Riandhy Anindika Yudhy, S.T., M.Eng., IPM, ACPE dari Energy and Mineral Resources Division Forum Insinyur Muda PII Riau.

BACA JUGA: VEGA Instruments Indonesia Senang Berbagi Ilmu Teknologi Radar

Endra Joelianto berpendapat, HEMP terdiri dari beberapa langkah proses. Yang pertama,  melakukan HAZARDS identification dengan cara mengenali hazards yang ada, hal ini dapat menciderai manusia, asset, lingkungan serta reputasi daripada perusahaan.

Langkah selanjutnya adalah melakukan Assess Risks dengan mengidentifikasi skenario dan konsekuensi dari hazards menggunakan Risk Assessment Matrix.

BACA JUGA:  Ratusan Peserta Ikuti Lomba Essay Writing, Public Speaking & Spelling

Tahap ketiga adalah melakukan tahap kontrol atau risk control dengan mengidentifikasi kontrol yang diletakkan untuk mencegah terjadinya hazards scenario.

Tahap selanjutnya adalah recovery measure, yakni dengan melakukan control yang tepat untuk memitigasi potensi dan konsekuensi daripada Hazard. Langkah ini berguna untuk menanggulangi Hazard dan risikonya sampai menuju ke ALARP”.

Sebagaimana dijelaskan Endra, HEMP mengidentifikasi dan menilai bahaya HSE, menerapkan langkah-langkah pengendalian dan pemulihan dan mempertahankan demonstrasi yang terdokumentasi bahwa risiko HSE utama telah dikurangi ke tingkat As Low As Reasonably Practicable (ALARP).

HEMP adalah proses manajemen risiko yang memastikan bahwa bahaya/risiko terhadap tenaga kerja (tenaker), peralatan, properti dan lingkungan dapat dikendalikan dengan baik. Dalam kasus kegagalan kontrol, HEMP juga mampu meminimalisir dampak dari sebuah insiden.

Perbedaan HEMP dengan Risk Assessment yaitu HEMP merupakan proses manajemen risiko sedangkan risk assessment sendiri adalah salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk mengaktualisasikan HEMP pada proses.

BACA JUGA: Soroti Pentingnya Sistem Mewakili Lingkungan Manufaktur Industri 4.0

Risk Assessment merupakan salah satu bagian dari kategori perangkat risk management, sama seperti HAZID, HAZOP, Job Safety Plan (JSP), Hazard Analysis (HAZARD) dan lain-lain.

BACA JUGA:  Chandra Wijaya: Media Daring Tantangan Penyelengara Pendidikan

Moderator workshop online Teddy Heryono, S.T menyimpulkan, keselamatan adalah salah satu pertimbangan penting dalam pemasangan equipment.

Kemudian Ir. Muhammad Riandhy Anindika Yudhy, S.T., M.Eng., IPM, ACPE dari Energy and Mineral Resources Division Forum Insinyur Muda PII Riau melanjutkan pembahasan dari sisi studi kasus HEMP dari salah satu penerapan dari prinsip HEMP di Industri, dimana contoh studi kasusnya adalah aplikasi metode HEMP dalam desain proteksi proses pada sumur Gas dengan penekanan pada desain SIS menggunakan standar industri API RP14C, IEC 61508 dan IEC 6151.

Peserta merasa puas dengan pemaparan yang diberikan langsung oleh Prof. Ir. Endra Joelianto, Ph.D., SMIEEE dan juga dari pemateri Ir. Muhammad Riandhy Anindika Yudhy, S.T., M.Eng., IPM, ACPE terkait implementasi dan studi kasus di lapangan.

Adapun workshop online ini diikuti oleh sekitar 90 peserta, yang berasal dari kalangan mahasiswa hingga praktisi pada bidang industri. Acara ini diharapkan dapat membantu para peserta, dalam menambah wawasan, edukasi dan penerapan secara langsung pada dunia industri. D|Red

Satu tanggapan untuk “IEEE dan ITB Bahas Manajemen Risiko Tenaker Industri”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAN 1 Medan Lepas Peserta Pendidikan Lanjutan SISPALA di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser
Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe
ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan
Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat
PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera
Presiden Prabowo Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Bagikan 288.000 Smartboard
QS AUR 2026: Singapura dan Malaysia Dominasi Kampus Terbaik Asia Tenggara, Indonesia Kirim 3 Wakil
Wali Kota Medan: Guru Hadapi Tantangan Baru di Era Digital, PGRI Diharapkan Jadi Solusi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:01 WIB

MAN 1 Medan Lepas Peserta Pendidikan Lanjutan SISPALA di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:41 WIB

Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe

Senin, 15 Desember 2025 - 12:47 WIB

ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan

Selasa, 25 November 2025 - 12:22 WIB

Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat

Kamis, 20 November 2025 - 12:55 WIB

PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Berita Terbaru

Sungai Barito Menyusut Ekstrem Menyerupai Gurun

Kalimantan Tengah

Sungai Barito Menyusut Ekstrem Menyerupai Gurun

Senin, 24 Agu 2026 - 11:14 WIB