Chandra Wijaya: Media Daring Tantangan Penyelengara Pendidikan

Kamis, 16 Juli 2020 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr Chandra Wijaya MPd Dosen PPS UINSU. Foto:D|medan|amirsyam

Dr Chandra Wijaya MPd Dosen PPS UINSU. Foto:D|medan|amirsyam

Medan-Mediadelegasi: Menurut Chandra Wijaya, proses belajar-mengajar di masa pandemi covid-19 mengharuskan seluruh perangkat satuan pendidikan baik pendidikan dasar, menengah dan atas bahkan pendidikan tinggi, mempersiapkan sistem pembelajaran secara daring, mengingat situasi covid yang membatasi tatap muka di kelas.

“Proses belajar daring, dari segi positifnya memberikan pembelajaran baru dengan pemanfaatan media teknologi, sedangkan dampak negatifnya akan ada tambahan  biaya pengeluaran, apalagi kondisi saat ini covid yang tentu ada pengeluaran ekstra untuk biaya pembelian paket data,” ujar Dr Chandra Wijaya MPd, Kamis (16/7), di ruang kerjanya Kampus Pasca Sarjana UINSU Jalan Sutomo Medan.

BACA JUGA: RA Nabila Hafsah Sekolah di Rumah, Lost Generation Jangan Sampai Mendera Bangsa

Menurutnya, media pembelajaran Sistem Daring ini harus dikelola dengan baik, penyiapan infrastruktur, regulasi yang jelas dan sistem serta metodologinya harus konferhensif, agar tujuan dari pendidikan itu tercapai.

“Ada banyak hal yang harus menjadi perhatian kita semua dengan sistem pembelajaran lewat jaringan ini, baik pemerintah selaku regulator  pembuat kebijakan harus jelas dan terukur arah dan capaiannya seperti apa, dan sekolah serta para tenaga pendidik sebagai operator yang melaksanakan di lapangan juga harus di bekali dengan kemampuan serta dukungan finansial yang jelas, karena pola daring ini membutuhkan adanya biaya tambahan, dan ini harus menjadi perhatian pemerintah,” sambung Ketua Prodi Menajemen Pendidikan Islam ini.

BACA JUGA:  Pembatasan Komuter Mirip PPKM Dikenal Sejak Jaman Rasulullah

Efektivitas sistem pembelajaran daring ini tentu tidak seefektif dengan tatap muka secara langsung, ini berimplikasi pada target pencapaian dari tujuan pendidikan itu sendiri.

“Apalagi semester berjalan ini, semua program yang sudah didesain akhirnya harus disesuaikan dengan kondisi covid seperti ini. Point pentingnya terutama bagi para guru sekalian, tetap perbanyak komunikasi dengan anak didik, dengan memanfaatkan media sosial yang ada, minimal komunikasi secara virtual tidak terputus,” tambah dosen Pascasarjana UINSU ini.

Kepada para pemangku kebijakan terutama di Dinas Pendidikan, diharapkan segeralah buat regulasi yang kongkrit sebagai bahan acuan setiap Guru yang akan mengajar.

“Perlu ada evaluasi secara periodik terkait pelaksanaan sistem daring ini, agar terbangun kesamaan visi dalam merumuskan serta merancang format pendidikan yang efektif di masa pandemi ini,” lanjut alumnus Doktor Pendidikan Unimed ini.

BACA JUGA:  Pertemuan Forum Multi Sektor Percepatan Eliminasi TBC Kota Medan

Terkhusus untuk anak RA/TK dan Sekolah Dasar pertama, ini harus mendapatkan perhatian khusus, karena di usia seperti ini pola daring belum bisa diterapkan, mengingat kemampuan anak juga belum terbentuk.

“Khusus untuk RA/TK dan SD, Pemerintah melalui Kemenag dan Dinas Pendidikan agar memperhatikan secara khusus penerapan sistem belajar anak-anak usia dini, bisa saja pertemuan tatap muka tetapi dalam pengawasan yang ketat dan menggunakan standar protokol kesehatan, mempersingkat jam sekolah dan terpenting adanya peran serta orang tua di rumah membimbing dan mengajar kan anak ini sangat baik,” tambahnya.

Terakhir pesan Dr Chandra Wijaya MPd kepada para guru, tetaplah semangat dan cepat beradaptasi dengan sistem yang baru ini, sistem pembelajaran model daring ini, para guru persiapan saja bahan pelajaran yang lebih simpel yang mudah dipahami para peserta didik, manfaatkan media-media sosial yang ada sebagai bagian dari alat pencapaian proses belajar. D|Med-67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB