Gunung Anak Krakatau Meletus Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 400 Meter, Warga Dilarang Mendekat Radius 3 Km

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekaman pemantauan PVMBG menunjukkan Gunung Anak Krakatau meletus pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 11.57 WIB, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi ±400 meter berwarna kelabu hingga hitam ke arah barat daya. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah. Foto: Ist.

Rekaman pemantauan PVMBG menunjukkan Gunung Anak Krakatau meletus pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 11.57 WIB, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi ±400 meter berwarna kelabu hingga hitam ke arah barat daya. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah. Foto: Ist.

Lampung-Mediadelegasi: Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 22 Agustus 2026 siang. Letusan yang terjadi menyemburkan abu vulkanik setinggi sekitar 400 meter di atas puncak gunung, membubung ke langit dan tampak jelas dari wilayah pesisir Lampung.

Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api, Deny Mardiono, erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut terjadi tepat pada pukul 11.57 WIB. Saat itu, kawah aktif gunung tiba-tiba memuntahkan kolom abu yang berwarna kelabu hingga hitam pekat dengan ketebalan yang cukup padat.

Material vulkanik berupa abu halus tersebut teramati bergerak perlahan ke arah barat daya menjauhi kawah. Angin yang berhembus membawa abu vulkanik menyebar ke arah perairan Selat Sunda dan kemungkinan hingga wilayah pesisir Lampung Selatan, sehingga warga di sekitar pantai diimbau tetap waspada.

Aktivitas erupsi yang terjadi itu juga terekam dengan jelas pada alat pemantau seismograf yang terpasang di pos pengamatan. Amplitudo maksimum getaran akibat letusan tersebut tercatat mencapai angka 55 milimeter, yang menunjukkan kekuatan pelepasan energi dari dalam gunung api.

BACA JUGA:  Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, PVMBG Tetapkan Zona Bahaya 5 Kilometer

Durasi getaran yang menyertai letusan juga tercatat cukup lama, yaitu berlangsung selama 139 detik atau lebih dari dua menit. Hal ini mengindikasikan bahwa erupsi kali ini berlangsung secara terus-menerus dalam kurun waktu yang cukup panjang sebelum akhirnya mereda.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kemudian merilis laporan resmi terkait kejadian tersebut. “Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 11:57 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 meter di atas puncak,” demikian bunyi laporan yang dirilis.

Menyusul terjadinya erupsi tersebut, PVMBG segera mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan guna melindungi masyarakat dari potensi bahaya yang mungkin muncul. Bagi warga sekitar, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diharapkan meningkatkan tingkat kewaspadaan terhadap aktivitas gunung api.

Salah satu imbauan yang ditegaskan kembali adalah larangan beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Larangan ini diberlakukan ketat untuk menghindari potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu, maupun gelombang tsunami yang dapat timbul akibat aktivitas vulkanik.

BACA JUGA:  Dewan Pers Sesalkan Sikap Hotman Paris ke Wartawan, Tegaskan Hormati Kerja Jurnalistik

PVMBG juga mengingatkan agar masyarakat tetap tenang namun tetap siaga mengikuti perkembangan informasi terbaru dari pihak berwenang. Warga diimbau untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya dan senantiasa mengikuti arahan serta petunjuk dari pemerintah daerah maupun aparat terkait.

Bagi nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar Selat Sunda, juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas erupsi yang berulang dapat memicu gelombang laut yang tidak terduga, sehingga disarankan menjauhi perairan di sekitar gunung api dalam jarak aman yang telah ditetapkan.

Gunung Anak Krakatau sendiri merupakan salah satu gunung api yang pemantauannya senantiasa dilakukan secara ketat oleh PVMBG. Aktivitasnya yang fluktuatif dan kerap meletus secara tiba-tiba menjadikan gunung ini tetap berada dalam pengawasan ketat setiap saat.

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau belum diturunkan dan masih berada pada tingkat kewaspadaan. PVMBG akan terus memantau perkembangan aktivitas gunung api dan segera memberikan informasi terbaru apabila terjadi perubahan yang memerlukan penanganan lebih lanjut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Disambut Pelukan Hangat PM Modi
Polisi Ungkap Tiga Klaster Pendanaan Kerusuhan 27 Agustus: Dibayar Rp40.000–Rp70.000 per Orang
KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Ahmad Ali, Jejak Dana Gratifikasi Batu Bara Kukar Makin Terang
Pengacara Roy Suryo: Praperadilan Ganti Rugi Berpotensi Cacat Formil
Kubu Gus Alex Minta Jokowi Dipanggil Jadi Saksi dalam Sidang Korupsi Kuota Haji
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Tetap Siaga Level III
Kasus Siswi Keracunan MBG Hilang Ingatan di Karo Serius, DPR Desak Audit Total SPPG
Amnesty Internasional Desak Program MBG Dihentikan Usai Siswi di Karo Hilang Ingatan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:05 WIB

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Disambut Pelukan Hangat PM Modi

Sabtu, 12 September 2026 - 16:34 WIB

Polisi Ungkap Tiga Klaster Pendanaan Kerusuhan 27 Agustus: Dibayar Rp40.000–Rp70.000 per Orang

Sabtu, 12 September 2026 - 11:08 WIB

KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Ahmad Ali, Jejak Dana Gratifikasi Batu Bara Kukar Makin Terang

Jumat, 11 September 2026 - 16:05 WIB

Pengacara Roy Suryo: Praperadilan Ganti Rugi Berpotensi Cacat Formil

Kamis, 10 September 2026 - 16:01 WIB

Kubu Gus Alex Minta Jokowi Dipanggil Jadi Saksi dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Berita Terbaru

Alat berat diturunkan untuk menangani longsor di Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang. Foto: Ist.

Kabupaten Deli Serdang

Jalan Provinsi Longsor di STM Hulu Deli Serdang, Pemkab Siapkan Jalur Alternatif

Sabtu, 12 Sep 2026 - 13:58 WIB