Tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga, setelah sebelumnya Institut Leimena menggandeng Kementerian Hukum dan HAM pada 2023 serta Kementerian Luar Negeri pada 2024.
Konferensi 2025 ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, International Center for Law and Religion Studies di Brigham Young University Law School, serta Templeton Religion Trust.
Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan strategi konkret untuk meningkatkan literasi keagamaan lintas budaya di berbagai negara, serta memperkuat rasa saling percaya dan kohesi sosial di masyarakat yang majemuk. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






