“Jadi kami sangat yakin dengan hari ini, walaupun hujan, masyarakat antusias. Kami berharap juga hotel-hotel terisi, produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa terjual, dan dampak ekonomi kepada masyarakat, bukan hanya dari kawasan Kabupaten Toba tapi juga di Dairi, Karo, dan Samosir semua mendapatkan manfaat dari pada event yang juga bisa mendorong bukannya dari pariwisata tapi ekonomi kreatifnya,” tutur Sandiaga.
Ia menambahkan, banyak produk-produk ulos, produk kuliner, ritual budaya Batak yang bisa dihadirkan dan menunjukkan bahwa Danau Toba jika dikelola dengan baik akan menjadi daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono mengatakan bahwa event itu merupakan suatu katalis dari pengembangan sebuah destinasi yang harus terus di dukung untuk jangka panjang, lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Menurut Maya, jika berkaca pada penyelenggaraan F1 Powerboat 2023 lalu, ternyata dampak ekonominya bisa menembus Rp1,7 triliun.
“Pastinya kita mengharapkan dampak ekonomi terhadap Indonesia, khususnya Sumatra Utara, terlebih lagi kawasan Danau Toba, tentuya akan lebih dari Rp1,7 triliun dengan pergerakan masyarakat dalam tiga hari terakhir yang mencapai 65.000,” ujar Maya. D|red