Geopark Kaldera Toba: Antara Pengakuan Global dan Realitas Lokal yang Tertinggal

- Penulis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPR RI Desak Pemerintah Pertahankan Status UNESCO Global Geopark Kaldera Toba

DPR RI Desak Pemerintah Pertahankan Status UNESCO Global Geopark Kaldera Toba

Samosir-Mediadelegasi: Geopark Kaldera Toba lahir dari harapan besar: membangkitkan kembali kejayaan kawasan Danau Toba yang sempat bersinar pada era 1980-an namun kemudian redup akibat kerusakan lingkungan dan stagnasi sektor pariwisata. Penetapan Danau Toba sebagai kawasan super prioritas pembangunan nasional menyulut harapan baru.

Namun, perjalanan panjang pengelolaan Geopark Kaldera Toba justru mempertontonkan betapa lemahnya konsistensi dan arah kepemimpinan dari 2012 hingga 2025. Konsep geopark mulai diperkenalkan di Danau Toba sejak 2012, yang melahirkan Inspiring Geopark Kaldera Toba, dan akhirnya ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2014.

Kelembagaan pertama dikomandoi oleh birokrat Dr. Sabrina Dali Munthe. Namun, pada sidang UNESCO di Jepang tahun 2015, usulan kenaikan status menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp) ditolak. Lima rekomendasi dikembalikan. Bukannya segera dibenahi, proses ini malah membuka babak panjang tarik-menarik kepentingan kelembagaan.

BACA JUGA:  Warga Laporkan Oknum Sekolah Disdik Toba ke Kejari

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah dua kali ditolak (2015 dan 2018), barulah pada 2020 Geopark Toba menyandang status resmi sebagai UNESCO Global Geopark. Namun, pencapaian ini datang bukan dari kinerja kelembagaan daerah, melainkan karena intervensi langsung dari Menteri Pariwisata saat itu, Arief Yahya, yang turun tangan hingga ke kantor pusat UNESCO di Paris.

Sayangnya, meski status TC UGGp diraih, pekerjaan rumah tidak diselesaikan. Enam rekomendasi baru dari UNESCO hingga kini belum dituntaskan. Bahkan, kelembagaan pasca-pengakuan UNESCO justru melemah. Gubernur Sumatera Utara membentuk BP TC UGGp melalui Pergub No. 48 Tahun 2020 dan menunjuk Ir. Mangindar Simbolon, MM sebagai Ketua.

BACA JUGA:  Lumban Huala, Percontohan Sistem Tanam Padi Jarwo

Dalam rentang waktu 2012–2025, tercatat enam pemimpin dengan latar belakang berbeda. Catatan menunjukkan bahwa gaya birokrasi cenderung lamban, kurang progresif, dan tidak fleksibel dalam merespons tuntutan UNESCO. Sementara kepemimpinan militer lebih cepat dalam eksekusi teknis, namun lemah dalam membangun pendekatan partisipatif jangka panjang.

Kini, di tangan akademisi, nasib geopark akan diuji kembali. Geopark bukan semata soal administrasi, melainkan kombinasi antara konservasi, pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. Maka, yang dibutuhkan bukan sekadar birokrat, bukan pula teknokrat. Tapi sosok pemimpin berjiwa gerakan, memiliki daya juang sosial, dan mampu menjalin koordinasi vertikal, horizontal, maupun diagonal.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Toba Gelar Christmas Season Meriah, Targetkan 25 Ribu Wisatawan dan 2 Ribu UMKM Terlibat
Pasokan Melimpah, Harga Daging Babi di Toba Turun Drastis!
Pemkab Toba Sosialisasikan Keterlibatan Tim Pendamping Keluarga dalam Program Makan Bergizi Gratis 2025
Korupsi Dana Desa, Kejari Toba Tegas: Kades Meranti Barat Jadi Tersangka dan Ditahan!
Bupati dan Wakil Bupati Toba Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Tani Bagi Masyarakat Toba
Bupati Toba Sampaikan Tiga Pesan Usai Menyerahkan SK PPPK Tahap II
Pemkab Toba dan KPK Gelar Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi IPKD–MCSP 2025
Wabup Toba Sampaikan Kondisi Ketapang di Toba Saat Rakor LTT

Berita Terkait

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:54 WIB

Pemkab Toba Gelar Christmas Season Meriah, Targetkan 25 Ribu Wisatawan dan 2 Ribu UMKM Terlibat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:27 WIB

Pasokan Melimpah, Harga Daging Babi di Toba Turun Drastis!

Sabtu, 22 November 2025 - 09:16 WIB

Pemkab Toba Sosialisasikan Keterlibatan Tim Pendamping Keluarga dalam Program Makan Bergizi Gratis 2025

Jumat, 21 November 2025 - 14:25 WIB

Korupsi Dana Desa, Kejari Toba Tegas: Kades Meranti Barat Jadi Tersangka dan Ditahan!

Selasa, 18 November 2025 - 16:34 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Toba Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Tani Bagi Masyarakat Toba

Berita Terbaru