Ini Alasan Agnes Tamba Terjun ke Dunia Politik

Minggu, 14 Mei 2023 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon anggota DPRD Provinsi Sumut Sinta Mauly Agnes Tamba, SH, M.Kn (kanan) berfoto bersama Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah yang juga Wakil Gubernur Sumut, menjelang agenda penyerahan berkas daftar calon anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar, di Medan, Minggu (14/5)  Foto: Robin

Calon anggota DPRD Provinsi Sumut Sinta Mauly Agnes Tamba, SH, M.Kn (kanan) berfoto bersama Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah yang juga Wakil Gubernur Sumut, menjelang agenda penyerahan berkas daftar calon anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar, di Medan, Minggu (14/5) Foto: Robin

Medan-Mediadelegasi: Notaris asal Kabupaten Samosir Sinta Mauly Agnes Tamba, SH, M.Kn, berencana memutuskan untuk beralih ladang pengabdian jika terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang.

“Saya memutuskan untuk siap beralih dalam ladang pengabdian yang berbeda, yaitu melalui jalur politik,” kata perempuan yang akrab disapa Agnes ini saat diwawancarai usai mengikuti agenda DPD Partai Golkar Sumut menyerahkan berkas daftar bakal calon anggota legislatif (Caleg) Partai Golkar Sumut, di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Minggu (14/5).

Berkas daftar bakal caleg DPD Partai Golkar Sumut diserahkan langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah dan turut disaksikan sejumlah fungsionaris dan utusan kader partai berlambang pohon beringin itu dari seluruh kabupaten/kota se Sumut.

Menurut Agnes, beberapa alasan terbesar kenapa dirinya merasa terpanggil untuk berpolitik di bidang legislatif, diantaranya keterwakilan perempuan di legislatif masih tergolong kecil atau belum sampai 30 persen.

Padahal, lanjutnya, perempuan berpotensi besar di dalam bidang legislatif untuk memunculkan kebijakan-kebijakan, khususnya terkait dengan perlindungan terhadap perempuan dan pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

BACA JUGA:  Erry Nuradi Ajak Semua Pihak Pertahankan Status Kaldera Toba jadi Geopark Dunia

Agnes meyakini perempuan juga mampu turut berkontribusi sebagai bagian dari penggerak sosial bagi masyarakat sekaligus agen perubahan untuk menjadikan Indonesia, termasuk di daerah pemilihannya yang meliputi Kabupaten Samosir, Toba, Taput dan Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga (Dapl IX), menjadi lebih maju dan baik.

“Saya sejak usia remaja sudah punya tekad dan keinginan untuk meneruskan perjuangan bapak saya yang hingga menjelang akhir hayatnya masih menyandang sebagai politikus yang peduli pada kesejahteraan rakyat,” tuturnya seraya menambahkan bahwa ayahnya pernah duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Meski diakuinya, keberadaan sosok perempuan di lembaga legislatif tentunya tidak sekadar untuk memenuhi keterwakilan 30 persen, melainkan harus mampu membuktikan diri bahwa kehadirannya dapat memberikan warna dan membawa angin segar bagi perbaikan masyarakat, terutama di dapilnya masing-masing.

“Karena itu, atas izin suami, saya akhirnya bertekad bulat untuk maju menjadi calon anggota DPRD Sumut pada pemilu legislatif 2024,” ucapnya.

BACA JUGA:  DPP PKPI Sumut Berbagi Takjil dan Masker

Lebih lanjut Agnes menilai bahwa politik sejatinya adalah pengabdian dan sejak beberapa tahun lalu sebelum namanya masuk bursa bakal caleg DPRD Sumut dia selalu berupaya meringankan beban masyarakat desa di Kabupaten Samosir, terutama melalui jalur profesinya selaku Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak kelompok tani di Samosir belum memiliki badan hukum sesuai yang dipersyaratkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian RI.

Sementara, tidak semua kelompok tani memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk mengurus akte notaris pendirian kelompok tani, sehingga akhirnya mereka kesulitan mendapatkan paket bantuan dan fasilitas untuk menopang kegiatan usaha taninya dari pemerintah.

Menyikapi hal itu, Agnes merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban pengurusan akte pendirian kelompok tani di Samosir.

“Sudah puluhan kelompok tani yang kita bantu pengurusan badan hukumnya dan kalaupun masih ada kelompok tani yang belum berbadan hukum, kita pada prinsipnya siap membantu,” sebut Agnes. D|Red-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Berita Terbaru