Jembatan Idano Noyo yang Ambruk Sebaiknya Dibangun Ulang

- Penulis

Senin, 10 Maret 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution meninjau kondisi fisik jembatan Idano Noyo yang ambruk setelah diterjang banjir  pada 5 Maret 2025 lalu, di Kabupaten Nias Barat, Minggu  (9/3).  Foto:  dok-Diskominfo Sumut

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution meninjau kondisi fisik jembatan Idano Noyo yang ambruk setelah diterjang banjir pada 5 Maret 2025 lalu, di Kabupaten Nias Barat, Minggu (9/3). Foto: dok-Diskominfo Sumut

Medan-Mediadelegasi:  Konstruksi jembatan Idano Noyo di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Nias Barat yang ambruk diterjang banjir pada 5 Maret 2025 lalu  disarankan sebaiknya dibangun ulang dari awal, karena kualitas pengerjaannya disinyalir bermasalah.

Menurut kalangan pelaku usaha jasa konstruksi Sumatera Utara (Sumut), di Medan,  Senin (10/3),  kualitas konstruksi yang tidak memadai kemungkinan  menjadi salah satu faktor utama penyebab ambruknya jembatan yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat dengan Kota Gunung Sitoli tersebut.

“Konstruksi jembatan yang tidak memenuhi standar teknis dipastikan rawan ambruk bila diterjang banjir besar maupun gempa,” kata Ketua  Asosiasi Kontraktor Bangunan Konstruksi Indonesia (Akbarindo) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Krisman  Tambunan, ST.

Jika dicermati secara teknis, menurut dia, ketidakmampuan konstruksi jembatan Idano Noyo menahan terjangan banjir  erat kaitannya dengan kegagalan manajemen konstruksi.

Dalam konteks kegagalan manajemen konstruksi, lanjut dia, ada beberapa pertanyaan permasalahan penting pada kasus itu, diantaranya apakah ada data studi kelaikan proyek jembatan itu yang mencatat tentang disain dan umur bangunan.

Disebutkan Krisman,  jembatan mempunyai tiga bagian struktur,  yaitu pondasi, struktur bangunan bawah dan struktur bangunan atas.

BACA JUGA:  Pabansu Nobatkan Hasan Basri Sagala Keluarga Banten

Untuk menjadikan agar  jembatan yang dibangun tidak mudah roboh,  tentunya penggunaan material dan pekerja juga harus baik.

“Semestinya digunakan berbagai material berkualitas supaya jembatan yang dibangun tidak mudah roboh,” ujar Krisman.

Apalagi, sebut dia, jembatan Idano Noyo sangat vital bagi kehidupan sehari-hari warga setempat, dan robohnya jembatan ini tentunya menghambat akses dan mobilitas masyarakat.

Mangkrak
Jembatan Idano  Noyo yang  pembangunannya terhenti  atau mangkrak  sejak sekitar tahun 2023 lalu berlokasi  di ruas jalan provinsi  atau berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (GABPKIN) Sumut, Ir Mandalasah Turnip, SH, mengemukakan, dalam era pembangunan infrastruktur yang semakin maju, jaminan mutu dan kualitas bahan konstruksi menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Sebab, lanjut dia, kerusakan atau rusaknya suatu infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, bangunan gedung dan sebagainya dapat berdampak pada keselamatan masyarakat pengguna.

Untuk itu, katanya, pengujian bahan konstruksi secara teratur merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam proses pembangunan infrastruktur.

Disebutkannya,  terdapat beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan sebelum merancang setiap jembatan.

Pertama, kekuatan dan stabilitas jembatan dan kedua, jembatan yang dibangun harus harus mampu memberikan rasa nyaman dan aman bagi  pengguna.

BACA JUGA:  USU Kukuhkan Guru Besar di Berbagai Bidang, Bukti Komitmen Lahirkan Ilmuwan Berdampak Positif

Selanjutnya,  pengujian keandalan dan keselamatan jembatan adalah aspek penting dalam menjaga infrastruktur yang aman dan berfungsi dengan baik.

“Setiap tahunnya, kita mendengar tentang kegagalan struktural jembatan yang mengakibatkan kerusakan, cedera, bahkan hilangnya nyawa. Untuk mencegah insiden semacam ini, pengujian jembatan adalah tahap kritis dalam perawatan dan perbaikan,” ujarnya.

Jika mengacu pada berbagai aspek teknis tersebut, Mandalasah meragukan progres pembangunan fisik jembatan Idano Noyo selama ini sesuai dengan yang disyaratkan dalam spesifikasi pekerjaan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Karena itu, ia menyarankan kepada Pemprov Sumut agar sebaiknya  membangun ulang  jembatan Idano Noyo yang pengerjaan sebelumnya  tidak tuntas atau mangkrak.

“Membangun ulang jembatan Idano Noyo merupakan solusi terbaik  untuk memastikan dan menjamin keselamatan struktural yang memadai pada jembatan sepanjang 90 meter lebih tersebut nantinya,” tuturnya.

Ditambahkannya,  proses membangun ulang jembatan pengganti di Nias Barat diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan bulan. D/Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:53 WIB

Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD

Berita Terbaru