Bandung-Mediadelegasi : Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (Dinkes KBB) baru-baru ini mengonfirmasi satu kasus positif virus Hanta pada seorang laki-laki. Kasus ini terdeteksi setelah tim surveilans melakukan pemeriksaan dan berhasil melakukan mitigasi lingkungan.
Menurut Dinkes KBB, infeksi virus Hanta pada pasien ini diduga berasal dari paparan aerosol yang terkontaminasi urin tikus liar yang biasa berkeliaran di sekitar rumah korban. Virus Hanta adalah sekelompok virus zoonosis yang ditularkan melalui tikus dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.
Virus Hanta memiliki dua bentuk utama, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). HPS menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan gagal napas dengan fatalitas tinggi, sedangkan HFRS memengaruhi ginjal dan pembuluh darah, menyebabkan perdarahan dan disfungsi ginjal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gejala virus Hanta dapat bervariasi tergantung pada jenis virusnya. HPS biasanya memiliki masa inkubasi 2-4 minggu dan dapat menyebabkan gejala flu ringan yang kemudian berkembang menjadi gangguan pernapasan serius. Sementara itu, HFRS biasanya terjadi 1-2 minggu setelah paparan dan dapat menyebabkan gejala demam, nyeri punggung, gangguan ginjal, dan perdarahan.
Untuk mencegah penularan virus Hanta, beberapa langkah dapat dilakukan, seperti mengendalikan populasi tikus di rumah atau gudang, menyimpan makanan di wadah kedap, membersihkan area berdebu dengan masker dan sarung tangan, serta melakukan disinfeksi permukaan yang mungkin terkontaminasi.
Selain itu, melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan, menjaga kebersihan rumah dan makanan juga dapat membantu mencegah penularan virus Hanta. Dengan mengetahui cara pencegahan dan gejala virus Hanta, kita dapat lebih waspada dan siap menghadapi potensi ancaman kesehatan ini.
Kementerian Kesehatan RI telah mencatat bahwa hantavirus, terutama strain Seoul, telah terdeteksi di 29 provinsi Indonesia, termasuk Jawa. Meski demikian, kasus pada manusia masih jarang dilaporkan, sehingga temuan di Bandung Barat ini menjadi perhatian khusus.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk memahami tentang virus Hanta dan cara pencegahannya untuk mengurangi risiko penularan. Dengan kerja sama dan kesadaran masyarakat, kita dapat mencegah penyebaran virus Hanta dan menjaga kesehatan masyarakat. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












