“Kami butuh kita sama-sama bekerja supaya bisa membantu menjadikan desa wisata sebagai destinasi yang bisa ditawarkan Indonesia,” tuturnya.
Untuk mencapai sasaran tersebut, Florida mengajak segenap masyarakat di masing-masing desa wisata agar senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik dan senantiasa mengedepankan sikap ramah kepada setiap tamu yang dalam hal ini adalah wisatawan.
“Anggaplah tamu yang datang itu semuanya tulang (paman dari pihak ibu dalam adat istiadat Suku Batak). Tentunya, kita dalam hal ini harus memberikan yang terbaik kepada tamu,” paparnya.
Sementara itu, Deputi Pengembangan Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Martini M pada kesempatan yang sama mengajak para peserta dari perwakilan desa-desa wisata untuk memanfaatkan kesempatan dengan baik, sehingga program Sadar Wisata menjadi tepat sasaran dan tepat manfaat guna membangkitkan kembali sektor pariwisata yang sempat terpuruk karena pandemi COVID-19.
“Kita harus bangkit bersama, lebih cepat, lebih kuat dengan mengedepankan adaptasi, inovasi dan kolaborasi,” ucap Martini.
Ditambahkannya, setiap desa wisata harus bisa menampilkan potensi yang ikonik dan menawarkan produk-produk industri kreatif yang khas serta menarik di mata para pengunjung.
“Desa Wisata membutuhkan “branding” dengan cara mengangkat keunikan lokal,” sebut Martin. D|Tsa-36