Sumut Canangkan Gerakan Tanam Pohon Bersama untuk Kaldera Toba

- Penulis

Kamis, 5 Juni 2025 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Penjabat Sekda Provinsi Sumut Effendy Pohan (keempat kiri) didampingi Ketua  DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung (ketiga kiri),  General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) Azizul Kholis  (kedua kiri) dan para pejabat Pemprov Sumut, berfoto bersama usai melakukan penanaman pohon dalam rangka gerakan bersama untuk Kaldera Toba, di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (4/6). Foto: Diskominfo

Penjabat Sekda Provinsi Sumut Effendy Pohan (keempat kiri) didampingi Ketua DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung (ketiga kiri), General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) Azizul Kholis (kedua kiri) dan para pejabat Pemprov Sumut, berfoto bersama usai melakukan penanaman pohon dalam rangka gerakan bersama untuk Kaldera Toba, di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (4/6). Foto: Diskominfo

Simalungun-Mediadelegasi: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencanangkan gerakan penanaman pohon bersama di 16 lokasi geosite Geopark Kaldera Toba yang tersebar di tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba.

 

Pencanangan gerakan penanaman pohon tersebut ditandai dengan penanaman pohon oleh Penjabat Sekda Provinsi Sumut Effendy Pohan, di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (4/6).

Gerakan ini turut diikuti secara serentak oleh instansi pemerintah di kabupaten se kawasan Danau Toba dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT).

 

 

 

 

Kegiatan penghijauan bersama tersebut bertujuan meningkatkan luas area hijau sekaligus mempertahankan situs warisan geologi (geosite) di taman bumi atau Geopark Kaldera Toba.

 

Setiap geosite ditanam sebanyak 250 bibit pohon produktif yang terdiri dari pohon buah-buahan seperti mangga, rambutan, kemiri, dan lainnya.

 

“Geosite bukan hanya sebagai aset pariwisata, namun juga sebagai ruang edukasi, warisan budaya, dan ekonomi,” ujar Effendy Pohan.

BACA JUGA:  12 Korban Meninggal Dunia Ops Ketupat Toba 2021

 

Apabila dikelola dengan baik, pihaknya memastikan setiap geosite bisa membuka lapangan kerja, memperkuat identitas lokal dan meningkatkan daya saing daerah.

Effendy mengatakan, ditetapkannya Danau Toba sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark sejak 2020 adalah suatu tonggak sejarah.

Pengakuan ini, lanjutnya, tentunya membawa harapan besar sekaligus tanggung jawab besar.

 

“UNESCO tidak sekadar menetapkan kawasan ini sebagai geopark, tetapi juga menempatkan kita dalam revalidasi setiap empat tahun sekali.

Artinya, keberhasilan status Geoparko Kaldera Toba dalam UNESCO Global Geopark ini tidak bersifat permanen, sehingga harus terus dijaga, dikembangkan dan dirawat dengan serius dan kolaboratif.

Ditambahkannya, UNESCO tahun 2025 ini akan melakukan revalidasi kedua dengan menilai kembali apakah pengelolaan kawasan Geopark Kaldera Toba khususnya geosite-geosite di kawasan Danau Toba sesuai dengan prinsip geopark dunia.

 

Pada kesempatan itu, General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) Azizul Kholis menyatakan pihaknya optimistis Geopark Kaldera Toba mampu meraih target kartu hijau atau green card.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi: Tingkat Keterisian RS Kasus Covid-19 di Sumut Tertinggi

Azizul menjelaskan, pada saat menyerahkan berkas dokumen Geopark Kaldera Toba kepada pihak UNESCO tidak mendapati masalah.

Disebutkannya, tim asesor UNESCO dijadwalkan pada 20-25 Juli 2025 melakukan revalidasi.

Pihaknya juga menyambut baik gerakan penanaman pohon yang dilaksanakan serentak di 16 geosite di tujuh kabupaten/kota di kawasan Danau Toba.

 

 

 

 

“Marilah kita menjaga lingkungan, menjaga konservasi, terutama flora dan fauna, khususnya batuan usia 70 ribu tahun,” tuturnya.

 

 

 

 

Pernyataan hampir senada juga disampaikan Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung.

“Menjaga pengelolaan Danau Toba yang telah dinobatkan sebagai warisan dunia, termasuk mempertahankan keberadaan Geopark Kaldera Toba dalam UNESCO Global Geopark merupakan kewajiban seluruh masyarakat, termasuk generasi muda,” ujar mantan Ketua DPP KNPI era tahun 990-an itu. D|Red

 

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika
Musda Golkar Sumut XI Dipastikan Kondusif, Kader Diminta Tetap Solid
Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus
Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin
Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 
Andar Amin Kantongi 30 Suara Jelang Musda Golkar Sumut
Hari Terakhir Gerbang Tol Simpang Panei Gratis,Diserbu Wisatawan Menuju Danau Toba Arus Lancar Terkendali
Pelabuhan Tigaras Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Penumpang ke Samosir

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:34 WIB

Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:45 WIB

Musda Golkar Sumut XI Dipastikan Kondusif, Kader Diminta Tetap Solid

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:47 WIB

Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:34 WIB

Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:20 WIB

Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 

Berita Terbaru