Kemnaker dan Huawei Jalin Kerja Sama Perkuat Pendidikan Vokasi dan Daya Saing SDM

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Ketenagakerjaan melalui Politeknik Ketenagakerjaan dengan PT Huawei Tech Investment di kantor Sekretariat Jenderal Kemnaker, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Ist.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Ketenagakerjaan melalui Politeknik Ketenagakerjaan dengan PT Huawei Tech Investment di kantor Sekretariat Jenderal Kemnaker, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT Huawei Tech Investment. Kesepakatan yang ditandatangani di Jakarta pada Selasa, 23 Juni 2026 ini mencakup bidang pendidikan, pengembangan kompetensi, hingga pemberdayaan sumber daya manusia.

Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata mempererat hubungan antara lembaga pendidikan vokasi dan dunia industri. Tujuan utamanya adalah menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan mampu bersaing secara nasional maupun global.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menjelaskan bahwa perjanjian ini bukanlah inisiatif baru yang berdiri sendiri. Sebaliknya, ia merupakan kelanjutan operasional dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati kedua pihak pada 23 April 2025 silam.

“Kerja sama ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya. Arah kebijakan yang telah disepakati di tingkat kementerian kini diterjemahkan menjadi program konkret yang langsung dirasakan oleh para dosen dan mahasiswa di lingkungan Polteknaker,” tegas Cris.

Ia menegaskan bahwa Polteknaker merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi yang berada di bawah naungan Kemnaker. Lembaga ini memiliki mandat khusus untuk mencetak tenaga profesional melalui program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Relasi Industri, serta Manajemen Sumber Daya Manusia.

BACA JUGA:  Gus Kikin Resmi Ditetapkan Jadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031

Menurut Cris, pendidikan vokasi harus selalu selaras dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah dan berkembang. Oleh karena itu, proses pembelajaran tidak boleh hanya terbatas di dalam ruang kelas saja.

“Ilmu yang diajarkan tidak boleh berhenti sebatas teori. Pendidikan vokasi menekankan kemampuan praktik dan penerapan langsung. Kemitraan dengan Huawei ini menjadi jembatan penting agar apa yang dipelajari mahasiswa sesuai dengan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Kerja sama ini mencakup tiga ruang lingkup utama. Pertama, bidang pendidikan dan pengajaran, yang meliputi penyelarasan kurikulum, kehadiran praktisi industri sebagai pengajar tamu, penyelenggaraan seminar, kunjungan kerja, serta penyediaan fasilitas dan sarana praktik bagi mahasiswa.

Kedua, peningkatan kualifikasi tenaga pengajar dan pengembangan kompetensi melalui berbagai program pelatihan. Salah satunya adalah skema Training to Trainer dari Akademi ICT Huawei, yang memungkinkan dosen memperbarui pengetahuan teknologi terbaru dan meneruskannya kepada mahasiswa.

BACA JUGA:  Kemkomdigi Blokir Digitaloceanspaces.com Karena Konten Judi Online

Ketiga, aspek pemberdayaan tenaga kerja muda, di mana kedua pihak akan membuka kesempatan magang, berbagi informasi lowongan pekerjaan, serta melaksanakan rekrutmen kampus untuk mempertemukan talenta muda dengan kebutuhan industri.

Cris menambahkan, kerja sama ini akan memberikan manfaat luas bagi seluruh jurusan yang ada. Mahasiswa K3 akan mempelajari keselamatan kerja di era digital, mahasiswa Relasi Industri memahami pola hubungan kerja modern, sedangkan mahasiswa Manajemen SDM mendapatkan wawasan pengelolaan talenta bertaraf internasional.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah investasi jangka panjang. “Kami tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi membekali mereka agar dapat bekerja dengan aman, bermartabat, dan memiliki kesempatan berkembang yang setara. Hal ini sejalan dengan komitmen mitra kami untuk berinvestasi pada kualitas manusia Indonesia,” pungkasnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Berpulang di RS Siloam Semanggi
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan TPPU
Komisi XIII DPR Panggil Ombudsman dan Pengelola Lapas Cibinong soal Dugaan Klaster Mewah
Jaksa Agung Rotasi 16 Pejabat Kejagung, Kajari Jakpus Jaksel Jakut Berganti
Tom Lembong Hadiri Sidang Nadiem: Hakim dan Jaksa Tertekan, Sistem Peradilan Belum Kondusif
KPK Geledah Kanwil BPN Jawa Timur, Temukan Uang di BPN Mojokerto, 8 Tersangka Suap HGB Bogor
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun Penjara di Tingkat Banding Kasus Chromebook
Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Dalami Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 05:51 WIB

Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Berpulang di RS Siloam Semanggi

Jumat, 25 September 2026 - 16:01 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan TPPU

Jumat, 25 September 2026 - 10:32 WIB

Jaksa Agung Rotasi 16 Pejabat Kejagung, Kajari Jakpus Jaksel Jakut Berganti

Kamis, 24 September 2026 - 17:26 WIB

Tom Lembong Hadiri Sidang Nadiem: Hakim dan Jaksa Tertekan, Sistem Peradilan Belum Kondusif

Kamis, 24 September 2026 - 16:58 WIB

KPK Geledah Kanwil BPN Jawa Timur, Temukan Uang di BPN Mojokerto, 8 Tersangka Suap HGB Bogor

Berita Terbaru